Day 69 ( Pengalaman Mengesankan )


   "Pengalaman adalah guru terbaik yang tak pernah lelah mengajarkan"
Mungkin kata-kata di atas sangat tepat menggambarkan kondisi yang aku alami saat ini. Berkaca dari berbagai pengalaman yang aku rasakan, baik pahit, manis, suka, duka, bahkan canda tawa, akhirnya aku sampai pada titik terbaru dalam hidupku. Banyak yang gak bisa aku ceritakan di sini, tapi yang pasti, aku merasa semakin semangat untuk menjalani hari-hari hidup ke depan.
   Hehehe.., udah cukup ya baca kalimat-kalimat bijaknya. Waktunya sahabat bloger semua baca cerita tentang pengalaman ku dan 2 kawan ku yang lain. Kalo di medsos, bisa dibilang ini adalah postingan yang telat, atau istilah gaulnya 'latepost'. Oya, ini juga kali pertama aku aktif kembali nge-blog setelah cukup lama gak curhat sama si blogger karena berbagai halangan, tugas, masalah ini dan itu, dan badan yang nge-drop selama seminggu lebih.
   Minggu, 25 Agustus 2019, puji Tuhan, aku bareng 2 orang kawanku, Dita dan Tasya, berkesempatan buat ikut berkompetisi di Universitas Brawijaya Malang, tepatnya dalam Olimpiade Biologi Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Biologi Universitas Brawijaya, dalam event yang dinamakan Biosfer. Perasaan senang, sedih, gak nyangka, dan gak pernah aku bayangkan, semuanya campur aduk. Selama 18 tahun hidup di bumi ini, untuk jalan-jalan ke luar dari kampung halamanku  kota manis Pangkalan Bun aja gak pernah. Mentok-mentok ke luar kabupaten, Sukamara, dan ke luar Kecamatan, Pangkalan Lada. Hanya sebatas itu aja.
   Singkat cerita, dua minggu sebelum keberangkatan, aku lagi ngobrol sama salah satu teman sekelas, nanyain, gimana rasanya jalan-jalan ke Pulau Jawa. Karena jujur, untuk naik pesawat terbang aja aku belum pernah, apalagi sampai pergi ke luar pulau. Dan ternyata, Tuhan nunjukin rencana-Nya yang begitu indah.
   Segala persiapan dan perjuangan emang gak mudah. Cuman Tuhan,  aku dan 2 orang kawanku yang lain, yang tau, seberapa sulit nya langkah yang kami lalui buat mencapai keinginan besar untuk berkompetisi di Malang. And finally...we get it.
   Walaupun di sana, kami gak berhasil mengharumkan nama sekolah SMA Negeri 1 Pangkalan Bun, tapi seenggaknya, nama sekolah kami sudah tercatat di Universitas Brawijaya. Selain berkompetisi, kami juga mendapat banyak kenalan dari sekolah lain di seluruh Indonesia. Gak semuanya sih, tapi kami belajar banyak dari sikap dan persiapan mereka yang begitu matang.
   Serunya ikutan kompetisi biosfer ini adalah, tahun ini sistem perlombaanya dilaksanain dalam bentuk rally games. Jadi, kami gak cuman sebatas ngerjain soal, tapi bisa nge-explore seluruh kawasan gedung Fakultas Mipa UB dari peta yang disediain panitia.
   Capeknya gak kerasa, karena kami berlari dengan rasa yang menantang, sambil harus berlomba untuk berebut antrian ke pos-pos kuis. Sekadar info, ternyata Olimpiade Biosfer ini dilaksanain setiap tahun dengan sistem lomba yang berbeda.
   Dan satu hal yang bikin kami lebih excited adalah, saat kami tahu bahwa ada kakak alumni SMA kami atau SMANSA, yang berkuliah juga di jurusan biologi dan sempat menjadi panitia biosfer beberapa tahun lalu. Kak Irma namanya. Akhirnya, dengan perantaraan dari guru kami, kami bisa membuat janji untuk bertemu di Malang Town Square. Kak Irma, yang kami temui, membawa juga 3 orang teman lelakinya, yang juga alumni SMANSA yang kuliah di Malang.
Kami diajak jalan-jalan dengan motor untuk berkeliling kota Malang. Gak semuanya sih bisa dijangkau, karena waktu yang juga sangat mepet. Dari belanja di pusat oleh-oleh, ke Alun-alun Kota Malang, dan nongkrong-nongkrong sambil menikmati ketan varian rasa yang super enak, dan bikin perut super kenyang.


   Bonusnya, aku pribadi sempat diajak ambil motor di rumah perkumpulan mahasiswa dari Kobar yang kuliah di Malang. Keren banget. Disana aku ngeliat macam-macam foto kegiatan mahasiswa dari Kobar yang kuliah di Malang. Dan aku ngeliat ada foto anak-anak SMANSA angkatan 53 lo...
   Nah, Kesan terbaik saat nginjakin kaki di Malang itu, DINGIN, dan super duper rame. Namanya kota besar ya...,
   Kami di sana hanya 1 hari, terhitung dari Sabtu, 24 Agustus 2019 berangkat ke sana, Minggu, acara, dan Senin, 26 Agustus 2019 pulang ke Pangkalan Bun.
   Berikut foto-foto kami selama kegiatan di sana... Chekidot...
Sebelum keberangkatan

Baru sampai di Bandara Juanda

Sebelum kegiatan


Foto di depan Fakultas Ilmu Komputer UB
Foto disaat pembukaan acara olimpiade biosfer

Belajar di stand-stand mahasiswa biologi



Moment saat Dita mencoba buat megang tikus putih

 Foto di bundaran kampus UB
 Foto bareng kakak ketua himpunan mahasiswa biologi
 Foto bareng teman se pulau ( Sampit )
 Foto di depan Fakultas Kedokteran UB
 Foto di depan tempat lomba
 Foto bareng teman dari Sampit, Samarinda, Lumajang
Foto bareng salah satu kakak panitia Biosfer
Foto di Alun-Alun Kota Malang

Foto bersama Kak Irma ( paling kiri ) dan kakak-kakak alumni lainnya

   Sekali lagi hanya Puji dan Syukur yang bisa ku naikkan buat Tuhan, karena aku bisa mendapat pengalaman yang mengesankan ini. Buat Dita, Tasya, Bu Indah, Bu Sukat, Bu Rusnah, Bu Ema, Bapak Ketua Komite, mama, bapak, lele, dan keluarga besarku. Terima kasih.
   Banyak cerita yang gak akan selesai, kalo ku tuangin semua di blog ini, yang pasti, pesan yang bisa aku bagiin ke kalian cuman satu...
"Lebih baik kita mencoba suatu hal yang baru, daripada menyesal dengan kegalauan yang tak menentu"

Sekian blog edisi kali ini ya, nantikan blog-blog selanjutnya yang bakal lebih seru dengan konten-konten yang selalu baru...
Salam manis untuk para sahabat bloger dan pembaca yang budiman...

#kunjunganmenarikblogspotcom

 Untuk Kritik dan saran, bisa komen di bawah atau langsung kirim ke email pribadi ku di riko.noya29@gmail.com.
Salam literasi

 
Continue reading Day 69 ( Pengalaman Mengesankan )

Day 68 ( Festival Ambalan )


   Festival Ambalan yang kedua dilaksanakan kembali tahun ini dengan tema baru yaitu "Ambalan Bercerita". Senang rasanya melihat banyak perubahan besar yang terjadi pada second event of Ambalan Festival.  Kalo boleh, aku mau cerita sedikit nih, dari pengalamanku saat kelas 10 sampai pada kelas 12 ini.
   Di kelas 10, nama kegiatan ini adalah Kemah Tamu Ambalan, atau bisa kita katakan kegiatan yang sejenis dengan PERSAMI yang kita ikuti saat masih duduk di bangku SMP. Bedanya, pramuka di SMA kami lebih fokus pada pendidikan dan pengembangan karakter.
   Di kemah tamu ambalan, banyak cerita dan pengalaman baru yang aku dapat. Dari kenalan baru, kebiasaan baru, dan kegiatan baru. Renungan malam salah satunya, kemudian ada tradisi-tradisi lain yang sangat menarik dan baik untuk dilakukan. Pokoknya seru banget.
   Lanjut, saat aku duduk di kelas 2 SMA, gak ada angin, gak ada hujan, tiba-tiba aku masuk dalam pemilihan calon ketua panita festival ambalan. Puji Tuhan, aku yang kepilih jadi ketua waktu itu. Namun sayang banget, selama itu juga, aku jarang atau bahkan gak pernah kerja, cuman tanda tangan atau menghadap ke kepala sekolah. Pokoknya aku merasa gak pantes banget jadi ketua, mungkin karena basic ku bukan ada di hal kepemimpinan ya. Entahlah...
   Tapi terlepas dari semua itu, puji Tuhan berkat bantuan dari teman-teman ku yang lain, dari yang gak tau, sampai jadi tau, aku sedikit banyak belajar tentang manajemen waktu, ngurusin proposal dan lain sebagainya. Dan akhirnya, kegiatannya bisa berjalan lancar dari awal sampai akhir.
Kakak-kakak kelas juga banyak membantu banget buat terlaksanannya kegiatan festival ambalan yang pertama.
   Kemudian, tiba waktunya kembali dilaksanakan kegiatan festival ambalan yang kedua, dan yang bikin excited banget, ngeliat antusias peserta dan panitia yang balance, sama-sana berlomba untuk menampilkan dan memberikan yang terbaik. Keren banget...
   Dibawah ini, ada beberapa foto kegiatan yang aku jepret pake kamera hp ku , cekidot...








Sekian blog edisi kali ini ya, semoga bermanfaat dan menginspirasi...
Tunggu blog edisi selanjutnya ya...

Continue reading Day 68 ( Festival Ambalan )

Day 67 ( Kita Gak Tau, Kapan Kita Berpulang )


   "Kematian" mendengar kata ini, apa yang ada di pikiran sahabat bloger sekalian? Takut, sedih, gelisah, atau biasa aja. Apapun itu...yang jelas kita pasti akan diperhadapkan sama yang namanya kematian. Ngeri memang, tapi inilah yang akan terjadi pada diri kita semua.
   Aku berpikir, bahwa gak hanya orang-orang lanjut yang mungkin berpulang, tapi kita yang muda-muda juga. Semua sama, baik yang masih balita, anak-anak, remaja, sampai orang dewasa. Tidak akan luput dari prediksi akan kematian.
   Waktu dan tempat hanya Tuhan yang tau. Kapan, dimana, dan bagaimana kita berpulang kepada-Nya. Aku kadang sering lupa, kao dunia hanya sementara. Maaf sekali. Semakin kesini, dunia semakin banyak menawarkan kenyamanan dan kesenangan yang macam-macam. Mau nangis rasanya nulis blog edisi kali ini.
   Mohon maaf sebelumnya, foto diatas aku jepret kemarin sore, saat lewat tepat di samping skip, depan SMP PGRI. Ngeliat kuburan, bukan lagi soal takut hantu atau semacamnya, melainkan akhirat. Siap gak siap, memang kita harus selalu siap. Gunakan waktu yang ada untuk berusaha melakukan kebaikan dan kebenaran sebanyak-banyaknya. 
   Semuanya kembali lagi ke hati kita masing-masing. Bagaimana kita memanajemen hati dan mensinkronkannya dengan otak agar tetap sejalan, sejalan dalam hal kebaikan. Kiranya kebaikan kita semata-mata hanya karena Tuhan. Merespon kasihnya yang luar biasa bagi kita.
   Tuhan yang tau dan Tuhan juga yang punya.
Tubuh kita akan kembali kepada-Nya, karena sejatinya kita ini milik Dia.
   Sekian blog edisi kali ini, semoga bermanfaat dan dapat selalu mengingatkan kita. Renungkanlah sesaat, saat kita melewati kawasan skip dan sekitarnya. Pandanglah. Bersyukur buat kesempatan yang masih kamu terima hari ini...

Continue reading Day 67 ( Kita Gak Tau, Kapan Kita Berpulang )

Day 66 ( Carilah Ilmu dan Pengalaman, bukan hanya sekadar Nilai )

 
   Ngomongin tentang sekolah, pasti banyak cerita dan pengalaman yang pernah kita rasakan. Suka, duka, sampai dengan putus cinta. Pertemanan, persahabatan, kenalan, doi, pacar, dan gebetan.
   Hal yang paling pokok adalah pekerjaan rumah atau PR, ulangan, ujian dan kerja kelompok atau kerkel.
   Hal-hal di atas udah jadi makanan sehari-hari dan juga bagian dari rutinitas kehidupan. Lelah...karena pulang sekolah, sore sampai malam jadi kesempatan buat mengistirahatkan badan.
   Yang jadi pertanyaan kali ini adalah, apa motivasi dan dorongan kalian buat belajar di sekolah?
Karena nilai, teman, atau sebenarnya niat tulus dari hati untuk berkembang. Kebanyakan,  anak itu sekolah yang pinter untuk dilihat rankingnya atau juara berapa..., tapi sebenarnya bukan itu, yang paling utama ialah ilmu dan pengalaman yang didapat. Karena itu akan jadi bekal buat kehidupan kita selanjutnya, baik di dunia atau di akhirat.
   Pernah dengar kata-kata ini..., "Nilai itu memang Penting, namun Nilai itu bukan Segalanya." Nah, dari kalimat di atas udah  jelas nih, sebenarnya maksud dari blog edisi kali ini adalah untuk sharing-sharing tentang pengalaman dan proses panjang kehidupan selama duduk di bangku sekolah, baik sekolah dasar, sekolah menengah pertama, maupun sekolah menengah atas.
    Cari ilmu dan pengalaman udah pasti dapat nilai, sedangkan cari nilai aja, belum tentu masuk ilmu dan dapat pengalamannya.
   Ilmu  dan pengalaman yang baik pasti berguna untuk kehidupan ke depan. Yakin deh...
Sekian dulu, blog edisi kali ini. Terima kasih.

Continue reading Day 66 ( Carilah Ilmu dan Pengalaman, bukan hanya sekadar Nilai )

Day 65 ( Hampir Selesai )



   Kelas 12 SMA atau kelas tiga merupakan puncak tertinggi dalam tingkat SMA. Tertinggi dan tercapek. Di tahap ini, kita gak bisa santai-santai lagi seperti waktu di kelas 10 dan 11. Jadwal udah padat, banyak kegiatan ini itu, kerja kelompok ini dan itu, bimbel, tryout, les, dan tes sana sini. Tahapan yang paling banyak nguras tenaga dan biaya. Tahapan yang udah sangat seius. Dimana, pikiran kita udah mencar kesana kemari. Mikirin peluang masuk universitas negeri, nyiapin mental kalo gak keterima dan masih banyak hal lain lagi.
   Aku merasa, ngapain aja selama ini, gak ada output prestasi apa-apa yang aku berikan buat sekolahku. Belajar terasa biasa aja, tanpa sedikitpun pencapaian prestasi yang nyata. Semakin nakal iya...
Di kelas 12, juga banyak pilihan yang aku pertimbangkan, pertama...kuliah atau enggak, gap year aja kah?, coba ikut tes kedinasan kah?, atau bimbel intensif dalami skill tertentu. Saat aku lulus nanti, umurku sudah 18 tahun 8 bulanan. Tua banget rasanya...
   Kadang jadi nyesel juga, kenapa selama ini santai-santai aja. Orang kaya bukan, tapi senang berleha-leha. Ada teman yang aku lihat santai-santai aja di sekolah, tapi ternyata dia anaknya orang kaya.
Hmmm, bener penyesalan itu datangnya terakhiran, kalau datangnya di awal namanya kesadaran. 
   Gimana menurut teman-teman bloger seperjuangan? Pads akhirnya, diri kita sendiri dengan kehendak Tuhanlah yang menentukan jalan dan arah tahapan kehidupan selanjutnya. Udah banyak masukan yang aku minta dan aku terima dari kakak-kakak senior dan orang-orang hebat di sekolahku. Intinya mereka ya cuman bisa menyarankan, isi hati dan pilihan kembali ke kita yang menentukan.
   Semoga di semester 5 akhir ini, menjadi kesempatan buat aku bisa memberikan yang terbaik buat Tuhan, keluargaku, dan lingkunganku. Amin.

#SUKSESSNMPTN
#SUKSESSBMPTN
#SUKSESIMPIAN
   
Continue reading Day 65 ( Hampir Selesai )

Day 64 ( Selamat Hari Raya Idul Adha )


   Selamat Hari Raya Idul Adha buat teman-teman muslim yang merayakan. Semoga hari ini, menjadi hari yang penuh berkat buat kita semua, amin.
   Ngomongin soal kurban, di tempat aku sekolah, di SMA Negeri 1 Pangkalan Bun, setiap tahunnya selalu diadakan proses pemotongan hewan kurban, baik itu sapi atau pun kambing.
   Untuk tahun ini, idul adha jatuh tepat di hari Minggu, jadi kami teman-teman non-muslim gak bisa ikut menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban yang ada di sekolah. Mungkin hanya anggota OSIS dari seksi terkait hari-hari besar keagamaan yang bisa ikut di sekolah.
   Gak papa, yang penting kita bisa turut berbahagia buat teman-teman muslim yang merayakannya, semoga penuh berkah...amin
Sekian blog edisi hari raya idul adha...
Sedikit aja yang bisa aku ulas, makasih buat yang udah mau mampir... Tunggu blog-blog selanjutnya ya...
Continue reading Day 64 ( Selamat Hari Raya Idul Adha )

Day 63 ( Jelang Peringatan Kemerdekaan )



   Salam NKRI!...
Nah, gak kerasa ya, udah mau tujuhbelasan lagi. Tahun ini, negara kita tercinta, memperingati hari kemerdekaan yang ke 74. Tinggal seminggu lagi waktu menuju peringatan sejarah perjuangan bangsa ini. Perjuangan yang sangat luar biasa, hingga mencapai kata MERDEKA. Sungguh gak kebayang, gimana prosesnya sampai Indonesia bisa ada seperti saat ini.
   Untuk itu, kita patut berbangga dan bersyukur sebagai bagian dari bangsa yang besar ini, mengapa? Karena kita dilahirkan di tanah pahlawan, dibesarkan dengan adat luhur ketimuran, dan menjunjung tinggi rasa persatuan. Indonesia, kami sungguh bangga menjadi bagian dari namamu.
   Ngomongin tentang perayaan kemerdekaan ni, menurut sahabat bloger, ada yang berbeda gak dari tahun-tahun perayaan sebelumnya. Pada umumnya sih kelihatan sama aja ya, namun, tahun ini aku rasa lebih meriah lagi, karena setiap rumah dan kantor-kantor dinas dihiasi dengan lampu-lampu warna-warni, khususnya lampu yang berwarna merah dan putih. Terus, yang bikin tambah meriah lagi adalah di kota Pangkalan Bun, tempat tinggalku ini, akan diadakan parade merah putih untuk menyambut hari ulang tahun kemerdekaan negara Indonesia.
   Seperti contoh yang sahabat bloger lihat, itu merupakan foto yang kuambil saat berada di depan kantor pos, yang terdapat lampu berwarna merah dan putih. Keren ya,...
   Semua sudut di kota Pangkalan Bun, ku rasa sudah memiliki lampu-lampu hias.
   Akhir kata, semoga perayaan yang sebesar ini, bisa selalu dikenang dan tidak menghilangkan esensi dari perayaan dan peringatan ulang tahun itu sendiri.
   Sekian blog edisi kali ini, kurang lebihnya saya mohon maaf, terimakasih buat sahabat bloger yang udah mau mampir.
   Tungguin blog-blog selanjutnya ya...
 
Continue reading Day 63 ( Jelang Peringatan Kemerdekaan )

Day 62 ( Tidak peduli seberapa BAIK dirimu, kamu selalu BURUK di ceritanya orang lain )


   Topik blog kali ini aku tulis karena sangat menarik. Kenapa? Karena kalimat tersebut memang benar dan sesuai dengan apa yang terjadi di kehidupan kita. Orang baik aja diomongin yang jahat-jahat, waduh...apalagi orang yang beneran jahat, kalian pasti bisa menyimpulkan sendiri. Entah siapa yang membuat quotes ini, walau sederhana, namun isinya mengandung banyak makna dan cerita. Ibarat seorang penyaji materi yang melakukan presentasi dengan amat sempurna, namun audiens selalu mencari-cari kesalahannya dari yang terkecil sampai yang terbesar, bahkan yang sebenarnya tidak ada cacat kesalahan, dibuat seolah-olah ada.
   Penyaji materi itu kita anggap orang yang baik dan benar. Sementara, sang audiens pencari-cari kesalahan merupakan orang yang selalu berpikir dan berprasangka buruk terhadap penyaji materi. Benar juga kata Tere Liye, "Kita gak perlu berusaha dengan keras untuk membuat orang lain suka sama kita, kalo dia beneran suka, syukur..., kalo emang dari awal, dia gak suka sama kita, mau sebaik apapun kita berusaha, tetap aja gak akan berpengaruh sama dia. Apapun yang kita lakukan, selalu salah di matanya."
   Ada cerita menarik dari seorang pendeta yang pernah aku dengar... Dimana, selama duduk di bangku kuliah, pendeta tersebut tinggal bersama kawan-kawannya yang berjumlah 5 orang. Dan yang mengejutkan adalah, pada satu waktu, saat mereka sedang berkumpul bersama, pendeta tersebut bilang bahwa, "Saya tidak menyukai kamu, saya gak suka kebiasaan kamu, tolong dong diperbaiki." Tentu saja, pendeta tersebut mengutarakan ketidaksetujuan terhadap kebiasaan temannya itu secara halus, dengan memberikan alasannya. Awalnya mungkin teman-temannya kaget atau marah, namun setelah mengetahui alasannya, bisa saja mereka tersenyum dan menyadari kebiasaan buruk nya yang membuat orang lain merasa tidak nyaman. Nah, seperti itu gaes, rasanya lebih baik jika kita ngomong di depan, daripada ngomong di belakang, kemudian merembet langsung kemana-mana dengan cerita yang mengada-ada.
   But, hal ini memang perlu mental yang kuat dan kesiapan yang matang. Kalau kita tidak benar-benar mempersiapkan diri, mungkin aja teman yang kita tegur, bisa marah atau kecewa.
   Jujur, aku aja belum bisa sampai sekarang buat ngelakuin hal itu. Berat rasanya, apalagi untuk teman-teman yang sudah kita kenal lama, yang udah kita tau sifat, karakter, dan baik buruknya.
Terakhir ada satu kalimat dari Alkitab yang sangat bagus, yang berbunyi demikian,
"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."
Sekian blog edisi kali ini, terimakasih buat teman-teman yang udah mau mampir. Tunggu blog-blog selnjutnya ya...
Continue reading Day 62 ( Tidak peduli seberapa BAIK dirimu, kamu selalu BURUK di ceritanya orang lain )

Day 61 ( Ingat selalu Kebaikan sekecil apapun, dan lupakan Kejahatan sebesar apapun )


   Luar biasa,  hari ini dapat satu lagi pelajaran hidup yang sangat berarti. Sebenarnya kemarin sih. Bagaimana kita berusaha melupakan kejahatan orang lain pada kita sebesar dan sesering apapun, serta mencoba mengingat satu kebaikan sekecil apapun yang pernah ia lakukan buat kita. Ingat kan, kalo Kejahatan akan selalu kalah sama yang namanya Kebaikan. Memang, biasanya di film-film, tokoh yang jahat selalu keliatan diatas, but, don't forget... Waktu terus berjalan, segalanya akan kalah sama yang namanya waktu, gak terasa memang, tapi akan tiba saatnya, Kejahatan ada di bawah, dan Kebaikan yang diatas.
   Disitulah letak perbedaanya. Tanamkan mental yang kokoh, sadari bahwa 5 kejahatan tidak akan sebanding dengan besarnya 1 kebaikan. Teruslah berbuat baik, walau tidak dibalas baik. Ini bukan soal bodoh, gak bisa balas, lemah, cupu, atau gak mampu. Tapi ini tentang seberapa besar dan luasanya lembar hatimu, dan urusan pribadimu kepada Tuhanmu.
   Keep growing and upgrade yourself...

Continue reading Day 61 ( Ingat selalu Kebaikan sekecil apapun, dan lupakan Kejahatan sebesar apapun )

Day 60 ( Takut mengecewakan teman, tapi tidak takut mengecewakan keluarga(orang tua) )

Atau

   Judul blog kali ini aku dapat dari salah satu quotes, dari siapa dan dimana aku lupa? Tapi, sangat relevan dan ngena sama kehidupan di zaman sekarang. Dari pengalamanku sendiri, aku udah nemuin anak anak ataupun remaja yang lebih takut dan gak mau dipandang salah di mata teman-teman atau sahabatnya ketimbang dipandang salah di mata keluarga (orang  tua). Nah, aku juga salah satunya..., maaf ya.
   Tapi ini beneran terjadi lo. Dan aku sering baca-baca quotes motivasi gitu, dan juga sering dapat pencerahan dari orang-orang yang kuanggap bisa memberikan solusinya, bahwa prinsip kita, "Gak papa dijauhin sama temen, toh temen terbaik ku yang gak pernah ninggalin aku adalah Tuhan dan Keluarga ku". Bener juga.
   Kita ada masalah, larinya ke siapa, kalo gak yang pertama berdoa sama Tuhan, lalu yang kedua, cerita sama keluarga.
Ada juga nih quotes yang pernah aku baca, bunyinya "Dunia terlalu luas untuk kamu penuhi dahaganya, pilih siapa yang mau kamu bahagiakan" Aku jawab, ya Tuhanku dan Keluargaku.
   Bisa aja kamu sama teman-teman itu waktu senang-senangnya aja, giliran waktu sedih, pada lari semua. Siapa yang jadi tempat kamu pulang? Pacar, teman, sahabat, bukan. Lagi-lagi yang pertama Tuhan, kemudian Keluarga mu.
   Bukan berarti teman itu gak penting ya, penting banget. Namun, keluarga lebih sangat penting. Jadi, bagaimana kamu mengatur dan menjaga supaya hubungan antara Tuhan, Keluarga, dan Lingkungan mu tetap Balance. Ini aku dapat dari renungan pragansa. Pramuka Gugus Depan Smansa, di sekolahku.
   Trimakasih Kak Erwin...
Sekian blog edisi kali ini, trimakasih buat yang udah mau mampir dan tunggu blog-blog selanjutnya ya...
Continue reading Day 60 ( Takut mengecewakan teman, tapi tidak takut mengecewakan keluarga(orang tua) )

Day 59 ( Jangan cuma mau didengar, tapi belajarlah untuk mendengar, jangan cuma mau diterima, tapi belajarlah untuk menerima )



   Belajarlah menghargai, kalo mau dihargai, belajarlah menjadi pendengar, kalau mau omonganmu didengar, belajar untuk menerima, kalo mau diterima. Jangan cuman mau dapat enaknya. Mau sukses, tapi gak mau usaha. Mau sembuh, tapi gak mau minum obat. Mau pintar, tapi gak mau belajar. 
   Ada orang yang selalu merasa dirinya benar dan perfect, dan menganggap orang lain itu gak ada apa-apanya dibanding dia. So what?, aku belajar bahwa gak perlu repot dan khawatir sama pemikiran orang atas diri kita, yang terpenting bagaimana Tuhan, Sang Penguasa Alam memandang kita umatnya ini. Emang sih penting, karena kita hidup bersosial, tapi itu bukan yang utama. Toh, orang yang selama ini kita anggap baik, belum tentu baik beneran, malah orang yang keliatannya gak baik, malah yang beneran baik.
   Gapapa kita diremehin, gapapa kita dikucilin, dianggap gak ada apa-apanya, dianggap " Ah bisa apa sih lo?" Ya kan...
Mending kalo diremehin sama senior, lha ini sama-sama junior, sama-sama lagi belajar, belajar mengenali dan menggali potensi diri. 
   Disini aku belajar, bahwasannya kita semua punya batas kelebihan. Oke, kamu hebat dalam bidang A misal, but, belum tentu kamu hebat dalam bidang B kan? So, don't underestimate other people to give you motivation. Paham...
   Hargailah perbedaan kapasitas dan kemampuan belajar setiap orang. Yang terpenting jangan pernah ada mindset " Ah aku udah bisa kok, gampang, kecil ini mah" No, no, no, no...
Remember " Don't Stop Learning"
Seperti kata-kata Alm. Steve Jobs "Stay hungry, stay foolish" 
Buktiin bahwa kita bisa,...
 lo bisa, gue bisa, lo mampu, pasti gue juga mampu... Tapi ingat, ambisi boleh, tapi jangan Ambisius.
   Hargai orang lain dari hal-hal kecil. Terkadang kita lupa, ada kata-kata atau kebiasaan kita yang sepertinya biasa saja, namum dampaknya bisa luar biasa pahit atau manis tergantung orang yang menerimanya.
Sekian blog edisi kali ini...
Trimakasih atas waktunya buat teman teman yang sudah berkunjung di blog riko...

Continue reading Day 59 ( Jangan cuma mau didengar, tapi belajarlah untuk mendengar, jangan cuma mau diterima, tapi belajarlah untuk menerima )

Day 58 ( Bangkit dari Kegagalan )



   Buat sahabat bloger yang pernah atau seringkali mengalami kegagalan, baik dalam pendidikan, karir, pekerjaan, atau bahkan dalam hubungan. Jangan takut, jangan ragu, jangan menyerah. Selama kita yakin dan percaya bahwa Tuhan senantiasa menyertai langkah kita, maka gak ada alasan untuk mundur bahkan berhenti.
   Sekali mencoba, gagal, dua kali mencoba tetap gagal, sampai tiga kali mencoba pun belum berhasil, jangan gentar. Lihatlah Thomas Alfa Edison, yang butuh berapa ribu kali kegagalan dalam percobaanya, sampai pada akhirnya meraih kesuksesan besar dalam sejarah,  sebagai penemu bohlam lampu. Gagal yang sesungguhnya adalah ketika kamu berhenti untuk terus mencoba dan berusaha.
   Untuk bangkit dari kegagalan, kita harus berani dalam mencoba, jangan cepat mengambil kesimpulan sendiri, dan mendengarkan kata-kata orang yang merusak benteng keyakinan kita. Mengutip kotbah yang aku dengar beberapa waktu kemarin, dimana seorang balita butuh setidaknya 240 kali terjatuh sebelum akhirnya benar-benar dapat berdiri dan berjalan. Ingat, bahwa jika Tuhan sudah berkata Ya, maka tidak akan ada kekuatan di bumi ini yang dapat mengatakan Tidak. Selama kita ada di jalan yang benar, jangan takut, karena Tuhan juga selalu berpihak pada orang yang benar.
   Sukses di dunia dan sukses di akhirat. "Seimbangkan antara urusan dunia dan urusan akhirat." Kata bapak guru penjasorkes kami di SMP, bapak Agus Thohari.
   Bentuklah mental baja dan bukan mental tempe. Bangkit dan maju terus, siapkan diri dengan berbagai pengalaman dan keterampilan. Jangan berkecil hati jika setelah berkali-kali mencoba, ternyata belum berhasil juga. Mungkin Tuhan sudah siapkan yang terbaik untukmu, namun belum ditunjukkan sekarang. Sabar...
   Prinsip dasar adalah, selama kita masih bernafas, jangan pernah berhenti belajar dan berkarya. Lakukan segala sesuatu dengan tulus dan ikhlas, serta jangan berhenti melakukan kebaikan dan kejujuran. Siapa tau, itu akan menjadi bantuan kecil saat kita mengalami kesulitan, dan persiapan buat kita menghadapi kematian.

*mengutip kata-kata guru, dan yang ada di pikiran
 
Continue reading Day 58 ( Bangkit dari Kegagalan )

Day 57 ( Memanusiakan Manusia )

 

   "Memanusiakan Manusia" 
Banyak lho arti dan maksud dari dua kata di atas. Dari makna yang halus sampai makna yang kasar. Tapi pasti sahabat bloger udah pada tau lah, maksud intinya apa. Di blog edisi kali ini, aku mau cerita tentang pengalaman yang aku temui di jalan-jalan di kota Pangkalan Bun. Mungkin sahabat bloger juga ada yang pernah melihat pemandangan ini. 
   Pemandangan yang lucu sekaligus ngeri. Kok bisa? Ya tentunya bisa. Lucu karena kadang-kadang, kalimat yang terpampang itu aneh-aneh. Bisa berupa peringatan keras nan kasar, permohonan halus, dan juga doa-doa yang nyeleneh. Ngeri karena kadang-kadang doa yang dituliskan sangat diluar dugaan. Beneran, jadi kasihan sama orang yang didoain.
   Udah dilarang jangan buang sampah di tempat itu, tetap aja dilakuin. Dikasih peringatan halus, ternyata masih. Dikasih peringatan kasar, masih. Sampai-sampai dikasih peringatan adat, gak ngerti-ngerti juga. Padahal udah gede, dewasa. Harusnya paham dengan larangan dan peringatan yang tertulis. 
   Manusia, tapi sayang, kepekaanya kurang. Padahal kita itu mahluk hidup yang punya daya iritabilitas yang sangat tinggi lo, masa kalah sama mahluk hidup yang lain. Harusnya nilai hidup itu dilihat dari sikap dan perbuatan kecil dan sederhana ini, seperti buang sampah pada tempatnya. Kan sayang S3 tapi gak punya keSADARAN.
   foto diatas aku jepret saat aku ngeliat dan tertarik sama kalimat larangan yang terpampang.


   Ada yang mengenal jalan ini?, hayo...
Atau ini jalan di depan rumah kalian dan mungkin gak jauh dari lokasi rumah kalian.
Gak ada yang tau. Yang mesti, kalian harus punya kesadaran dan kemauan untuk jadi kader dan penggiat lingkungan. Gak harus ikut organisasi berbasis lingkungan lo. Dengan sikap terhadap hal kecil ini aja, udah menjadikan kita manusia seutuhnya tanpa perlu di-Manusiakan lagi. Bertindaklah sebagaimana kamu diciptakan.

*MONGGO DIBACA KALIMAT YANG ADA DI GAMBAR
Continue reading Day 57 ( Memanusiakan Manusia )

Day 56 ( Jika Aku Menjadi...)

 

   Haloha sahabat blogerz, gimana kabaranya hari ini? Luar biasa, Dalam biasa, atau Biasa aja... Apapun keadaanya keep grateful ya. Nah, di blog edisi kali ini, riko pengen ceritain pengalaman yang menarik banget pas liburan kemarin. Intinya adalah, kalo kita yang masih muda-muda ini mudah ngeluh dan nggerutu, gimana dengan bapak ini coba...?
   Seorang bapak-bapak yang udah cukup berumur, di usia senja sekitar 55-60 tahun an mungkin, harus berjalan jauh banget. Kalo dikira-kira itu jauhnya seperti dari Pangkalanbun ke Pangkalan Lada. Asli, gak bohong. Jauh banget. Yang lebih bikin hati tersentuh adalah saat aku tau kalo bapak itu punya kecacatan pada tangan kirinya yang selalu dalam posisi nguncup dan bengkok.


   Maaf ya sebelumnya, tapi kalo sahabat blogerz sekalian pada ngeliat langsung dengan mata kepala sendiri, mesti gak bisa ngomong apa-apa.

   Sontak yang langsung ku pikirin adalah, gimana perjuanganku selama ini? Kemana aja riko... Bangun.... Ngapain aja selama 17 tahun hidup lo, udahkah lo kerja keras kaya bapak ini, sumpah mau kalian cowo atau cewe, gak ada yang namanya aneh dan lembek kalo nangis. Saat itu mata lo auto bening berkaca-kaca.


   Dan beneran, bapak itu punya semangat tinggi banget buat kerja dan gak mau ngerepotin orang di sekitarnya. Pas gue nawarin buat ngantar bapak itu pulang ke rumahnya, dia bersikeras nolak. Padahal, saat itu, bawaan karung hasil mulungnya besar dan berat banget. Tapi gak keliatan, wajah-wajah capek dan semrawut dari bapak itu.


   Tubuhnya yang kecil dan mungil berbanding terbalik sama semangat besarnya buat nafkahin keluarga. Aku tau karena saat itu kebetulan, bapak tersebut lewat depan rumah nenekku di simpang runtu.
   Asli, yang bikin haru lagi adalah, bapak itu tiap hari selalu pulang pergi dari rumah dan tempat kerjanya yang bersebelahan, kemudian jalan sambil ngumpulin botol plastik bekas air mineral dan minuman botol lainnya.
   Pas mamake nanya pake bahasa jawa, "Rak kesel Pak, awa'e nyambut gawe koyo ngene?" Bapak itu langsung ngomong  dengan yakin " Ooo, oraaa!" Piye perasaanmu mas mbak blogerz? Udah bangga kamu dengan hasil keringat orang tuamu, rumah, motor, dll... Yang masih dibebankan sama orang tua kita. Gak sebanding rasanya, sama perjuangan dan keringat kasih sayang mereka buat kita.
   Buat kalian yang udah baca blog ini, makasih banget, dan buat kalian yang udah termotivasi dan semangat buat survive, ayo...! Jangan bangga sama harta orangtuamu, banggalah ketika kamu bisa bahagiain orang tua dan orang disekitarmu dengan harta hasil keringatmu...
   Sekian,
Diatas adalah foto-foto yang sempat aku potret...
#selalubersyukur
#selamatberjuang
#semangat

Continue reading Day 56 ( Jika Aku Menjadi...)

Day 55 ( Selamat Jalan Pak Sutopo )


   Kematian adalah suatu hal yang pasti dan akan kita hadapi. Siapapun, kapanpun, dan dimanapun dengan alasan apapun. Hari ini Indonesia kembali berduka, dengan kehilangan satu lagi putra terbaik bangsa. Bapak Sutopo Purwo Nugroho, yang merupakan Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB. Beliau merupakan salah seorang tokoh yang berjasa dalam organisasi BNPB. Menurut sumber yang aku peroleh, beliau merupakan alumni Universitas Gadjah Mada dan Institut Pertanian Bogor. Wah, sungguh cendikiawan yang luar biasa ya.
   Dari almamaternya saja kita sudah mengetahui bahwa beliau merupakan sosok yang cerdas dan memiliki wawasan luas. Hal ini terbukti dengan berbagai prestasi dan penghargaan yang ia terima selama mengabdi pada negara Indonesia.
   Dari googling, aku mendapat beberapa catatan prestasi yang beliau peroleh. Setidaknya ada 11 penghargaan yang disematkan untuk bapak Sutopo.
   Beliau meninggal di China, tepat hari ini, dalam perjuangannya melawan sakit kanker paru-paru yang ia derita.
   Semoga amal ibadah dan pengabdiannya tetap kita kenang dan diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
   Selamat jalan bapak Sutopo, kiranya semua perjuanganmu dan dedikasimu untuk negeri mu tak akan lekang oleh waktu...

Quotes terbaik dari Alm. Menurutku adalah:
"Jangan besar karena jabatan, tetapi besarkanlah jabatan itu"
*sumber foto : Kompas dan google
Continue reading Day 55 ( Selamat Jalan Pak Sutopo )

Day 54 ( Lebih Banyak Bersyukur, Karena Dengan Bersyukur Hidup Jadi Makmur ) #MerajutAsa


   Ya Tuhan, trimakasih buat nafas hidup ini.  Hidup sampai pada titik ini. Belajar, berkarya, dan mengenal sanak saudara.
Walau tidak dilahirkan dari keluarga kaya, setidaknya bisa makan dengan secukupnya.
Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita minta... Benar sekali. Terkadang kita terlalu sibuk dengan keinginan-keinginan dunia yang tidak ada habisnya, sampai lupa bawa kebutuhan kita sudah dipenuhi Sang Pencipta.
   Ajarkan aku Tuhan, untuk tetap dan selalu bersyukur buat setiap nafas, waktu, dan kekuatan yang menyertai perjalanan hidupku. Aku sadar, sangat sadar, bahwa setiap tindak tandukku tidak sebaik permintaanku. Seringkali hanya permintaan yang kuutarakan tanpa adanya persembahan. Kau berikan yang terbaik untukku, namun aku kurang maksimal memberikan hal terbaik milikku. Maafkan aku ya Tuhan. Ampuni kekhilafanku.
   Cerita yang ku dapat hari ini, tentang kehidupan seorang mbah penjual sapu, rela berjalan berkilo-kilometer jauhnya untuk menjajakan jualannya sebanyak 3 buah ikat sapu lidi. Pasangan suami istri tersebut terlihat sangat setia. Sungguh tidak ada nampak sedikitipun rasa lelah di raut wajah mereka. Aku tak bisa membayangkan, apabila aku berada di posisi mereka. Belum tentulah aku mampu. Trimakasih Tuhan, buat pelajaran kehidupan yang telah Kau tunjukkan.



   *Gambar diatas ku ambil saat mbah-mbah tersebut lewat di depan rumah neneku

Sekian, semoga bisa menjadi pelajaran. 

Continue reading Day 54 ( Lebih Banyak Bersyukur, Karena Dengan Bersyukur Hidup Jadi Makmur ) #MerajutAsa

Day 53 ( Berproses tanpa protes, jangan cuma mau berhasil dan nerima hasil )



   Mendengar kata proses, pasti udah langsung tergambar di benak kita bahwa hal itu merupakan serangkaian peristiwa atau kejadian yang panjang. Orang bilang, hidup itu adalah tentang berproses. Berproses menjadi baik, lebih baik, sangat baik atau buruk, lebih buruk, sangat buruk. Tapi, yang namanya proses pasti akan menuju ke arah yang lebih baik. Terkadang, kita udah berproses secara maksimal, namun sayang, hasilnya kurang maksimal. Sudah berusaha sekuat dan semampu kita, tapi malah rasa kecewa yang melanda.
   Yang bakal aku bahas di blog edisi kali ini adalah tentang, mengapa seringkali di zaman sekarang, manusia ataupun masyarakat pada umumnya lebih nyaman dan sudah terdoktrin untuk menerima segala hal yang instan, dengan embel-embel maunya cepet dan gak pake ribet. Yang penting jadi, dan gak repot. Sayang banget kalo kita hidup gak mau berproses. Contoh kecil dari pengalaman aku ya, pada suatu saat, aku dihadapkan pada kondisi yang gak enak. Dateline tugas udah mepet, sementara tugas itu aku sama sekali gak ngerti. Ada beberapa temen yang bisa langsung minta jokiin tugas ke teman yang ahli. Sementara aku, masih mikir-mikir buat minta joki. Aku pikir, lebih baik nilai tugasku biasa aja, tapi prosesnya luar biasa, dalam artian, sesusah-susahnya tugas itu, aku tetap berusaha, yang penting hasilnya itu dari jari-jariku sendiri. Daripada, nilainya luar biasa, tapi prosesnya biasa-biasa aja. Pasti temen-temen udah paham.
   Sayangnya, kebanyakan orang lebih menghargai dan menganggap hasil itu lebih penting daripada proses. Yah, begitulah...
Semuanya tergantung pada prinsip dan persepsi kita masing-masing ya...
   Selamat pagi dan selamat beraktivitas kembali sobat bloger...

#juststatement

Continue reading Day 53 ( Berproses tanpa protes, jangan cuma mau berhasil dan nerima hasil )

Day 52 ( Merajut Asa ) #Wirausaha


   "Zaman sekarang, nyari kerja susah ya" memang betul, susah banget malah. Kan kita udah pada belajar IPS di SMP plus di SMA khususnya buat teman-teman yang ada di jurusan Ilmu-Ilmu Sosial, bahwasannya masalah ekonomi yang utama dalam suatu negara adalah perbandingan antara jumlah pencari kerja dan kesempatan kerja yang tidak sesuai, dimana pencari kerja lebih banyak daripada kesempatan kerja yang ada, hal ini membuat banyak pengangguran terjadi di negara-negara berkembang, khususnya Indonesia.
   Untuk itu kita perlu mengubah mindset dari yang awalnya pencari kerja, menjadi pencipta kerja. Dengan kata lain, kita dituntut untuk punya ide dan kreativitas untuk menciptakan suatu usaha. Berat memang, mengingat perkembangan zaman yang semakin modern, membuat peluang usaha juga semakin kecil. Namun, hal itu bukan berarti tidak mungkin kan.
   Seperti halnya yang dilakukan penawar jasa cukur rambut keliling yang ada di Kecamatan Pangkalan Lada. Baru kali ini memang aku melihat langsung ada orang yang membuka salon keliling.
    Harganya murah, orangnya ramah, supel, dan welcome banget sama pelanggannya. Motor yang dia pake juga gak nanggung-nanggung lho..., N-Max. Keren ya...
   Belajar banyak deh, dari bapak yang satu ini. Niat dan kemauan yang kuat, dengan kondisi lingkungan yang mendukung, plus ide yang menarik dan belum pernah ada sebelumnya, jadi kunci kelancaran dan konsistensi suatu usaha.
   Bisa dilihat, di gambar terakhir, ada pelanggan yang sampai datangin dan nungguin orangnya langsung lhooo.
   Keren... Patut dicontoh ya.





Continue reading Day 52 ( Merajut Asa ) #Wirausaha