Day 88 "Dampak Corona di Sektor Apa Saja"

Waspada! Virus Corona Justru Ancam “Kesehatan” Ekonomi Indonesia -

Kembali lagi di Kunjunganmenarik.blogspot.com. Kali ini, masih dengan topik yang sama, kita akan sama-sama membahas, apa aja dampak yang ditimbulkan dari adanya pandemi covid-19 ini. Masih banyak juga berita dan informasi yang simpang siur, beredar di dunia maya tentang berbagai pembahasan virus ini. Yang bisa menjadi pegangan kita sekarang adalah informasi jelas, lengkap, dan terpercaya dari pemerintah dalam hal ini khususnya adalah Kementrian Kesehatan. 
Langsung aja ke pembahasan, jadi ada beberapa hal yang akan menjadi perhatian kita bersama terkait dampak yang ditimbulkan dari muncul dan tersebarnya virus corona.

A. Dampak Positif
1. Bumi Bisa Beristirahat.
Suara Bumi - Gambang Semarang
Teman-teman pasti udah sering baca, dengar, dan lihat di media sosial tentang isu-isu penting lingkungan yang ternyata makin berkembang saat corona datang. Dunia berhenti sejenak, dan lihat apa yang terjadi? Alam mulai berusaha untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Bumi jadi punya lebih banyak waktu untuk istirahat. Mungkin benar, ini saatnya kepadatan dan kesibukan dunia beranjak sebentar untuk lelap.
2. Macet dan Polusi Berkurang.
CSR Perusahaan Tawarkan Solusi Atasi Macet & Polusi | ahok.org
Lihatlah kota-kota besar di eropa, negara-negaranya. Betapa lengang dan sepinya sekarang. Jangan jauh-jauh, tengoklah Indonesia. Ibukota negara kita Jakarta misalnya. Yang biasanya macet parah, sekarang jadi lengang parah. Sepi seperti kota mati. Antrian panjang sana-sini, berebut stok makanan yang dicari-cari.
3. Masyarakat Lebih Aware lagi Terhadap Kebersihan dan Kesehatan.
Kapolres Pamekasan Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan | Suara ...
Dengan adanya isu corona, seluruh masyarakat di dunia, dari berbagai kalangan, artis, penyanyi, aktor, aktris film, pejabat, dan pemimpin-pemimpin daerah beramai-ramai menyuarakan pentingnya menjaga kebersihan badan, kebersihan tangan, dan kehigienisan diri.
4. Keluarga Semakin Erat dan Harmonis.
Tips Ampuh Mewujudkan Keluarga Harmonis dan Langgeng | finsy.co.id
Mengapa tidak? Hal ini bisa saja terjadi. Mungkin selama ini, hubungan kekeluargaan antara ayah, ibu, dan anak yang kurang atau bahkan tidak harmonis, bakalan menuju ke arah yang lebih baik. Menunjukkan perubahan, baik dari segi perhatian dan kasih sayang.
5. Solidaritas dan Kepedulian Semakin Terpupuk.
Pupuk Solidaritas, TNI-Polri dan Masyarakat Gelar Gotong Royong di ...
Dengan adanya wabah ini, kita bisa melihat seberapa besar tingkat kepedulian dan empati masyarakat terhadap isu ini. Melihat banyaknya simpati yang diberikan oleh masyarakat, khususnya para netizen dan pengguna media sosial. Banyak juga artis, public figur, tokoh masyarakat, jurnalis, dan wartawan serta musisi yang ikut meramaikan dan mendonasikan sebagian rejekinya untuk tenaga medis yang kekurangan APD dan untuk masyarakat umum yang tidak bisa sepenuhnya melaksanakan program #DiRumahAja.

B. Dampak Negatif
1. Kestabilan ekonomi suatu negara terganggu.
Menjaga Stabilitas Ekonomi Domestik Halaman all - Kompasiana.com
2. Angka kematian yang semakin mengarah melebihi angka kesembuhan penderita Covid-19.
WHO Sebut Kasus COVID-19 & Jumlah Kematian di Dunia Lampaui Cina ...
3. Negara dan pemerintah jadi lebih fokus hanya pada satu masalah kesehatan saja.
6 Masalah kesehatan umum tahun 2015 | merdeka.com
4. Banyaknya pekerja dan pedagang yang tidak bisa melaksanakan kerja dari rumah, sehingga harus kehilangan sumber pendapatan.
Meski Corona Mewabah, Aktivitas Jual Beli Pasar Ibuh Terpantau Normal
5. Kegiatan pemerintah di berbagai sektor/bidang menjadi terganggu dengan penundaan dan pembatalan. 
Disdik Tunggu Surat Turunan dari Menteri Terkait Pembatalan UN
Untuk dampak negatif yang ditimbulkan dari adanya wabah/pamdemi ini, tentunya kalian sudah tahu apa saja dan bagaimana penjelasan dari setiap poinnya. Aku yakin itu.
Terima Kasih Banyak Buat Teman-teman blogger yang udah nyempatin mampir dan baca.
Tunggu blog-blog selanjutnya ya...



Sumber Gambar ; Blog.modalku.co.id, gambangsemarang.net, ahok.org, suaraindonesia-news.com, finsy.co.id, pengawal.id, kompasiana.com, tirto.ID, merdeka.com, harianhaluan.com, lampost.co.
Continue reading Day 88 "Dampak Corona di Sektor Apa Saja"

Day 79 "Curcuma Tangkal Corona"

Hasil gambar untuk jahe kartun


Baik Sobat Blogger, kemarin dan kemarinnya lagi, aku sudah nulis blog tentang 'Pandemi Corona Yang Mengguncang Dunia' dan 'Aktivitas Yang Dipusatin di Rumah'. Kali ini, di blog kunjunganmenarik, aku mau ngebahas tentang salah satu penelitian yang diungkapkan oleh Guru Besar Universitas Airlangga Bapak Chaerul Anwar Nidom, yang mengatakan bahwa dengan mengonsumi sari rempah-rempah yang diyakini dari hasil riset bisa menjadi penangkal virus corona, yang kita tahu bersama sedang membuat resah dan risau masyarakat dunia. 
Para korban Covid-19, mengalami sakit pada bagian pernapasan (paru-paru), yang diakibatkan oleh adanya produksi meningkat dari Sitokin. Zat sitokin inilah yang menyebatkan kerusakan pada paru-paru orang yang terinfeksi Covid-19. Dari hasi riset yang dilakukan oleh Bapak Chaerul Nidom, ditemukan fakta bahwa, ramuan sari tanaman-tanaman rimpang (Jahe, Kunyit, Lengkuas, dan Temulawak) dapat menekan laju produksi sitokin atau sel yang menyebabkan kerusakan pada paru-paru.
Dari informasi yang aku dapatkan, ternyata memang benar, tanaman jahe, kunyit, sereh, atau temulawak memiliki kandungan zat-zat yang baik untuk tubuh, seperti misalnya, daun sereh/serai yang berfungsi untuk menurunkan demam, dan mengeluarkan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. Kemudian ada jahe yang bisa berperan sebagai antiinflamasi dan antioksidan yang berguna untuk memperkuat imun tubuh, juga dapat berperan sebagai zat penangkal radikal bebas. Ada lagi, temulawak dan kunyit yang mengandung curcumin yang dapat mencegah terjadinya peradangan pada tubuh. Oleh sebab itu, mari kita bersama-sama menjaga dan memelihara daya tahan tubuh kita dengan mengatur pola hidup yang sehat dan juga isitirahat yang cukup. 
Siapa lagi yang bisa mengusahakan kebaikan dan kesehatan buat diri kita, kalo bukan diri kita sendiri. Selamanya, kita tidak bisa selalu bergantung pada kebijakan pemerintah. Berjuanglah dulu dari diri sendiri, dengan upaya-upaya preventif yang sudah diberikan oleh generasi-generasi cerdas bangsa. Indonesia memang punya banyak orang pintar, namun Indonesia butuh banyak lagi orang yang gak hanya pintar, tapi juga sadar. Sadar akan keadaan lingkungan, sadar akan kepentingan orang banyak, dan sadar akan segala hal yang sudah Tuhan berikan, yang juga sudah harusnya kita sadar, bahwa semua yang ada pada kita, kelak akan jadi pertanggungjawaban kita Pada Yang Kuasa. 
Sekali lagi semangat..., semoga wabah ini cepat berlalu dari Bumi ini.
Soliter itu Solider.
Continue reading Day 79 "Curcuma Tangkal Corona"

Day 78 "Ibadah di Rumah, Belajar di Rumah, Kerja di Rumah"

Hasil gambar untuk Indonesia

sumber gambar : https://mojok.co dan dokumen pribadi

"Ibadah, Belajar, dan Bekerja di Rumah" kurang lebih itulah kata-kata yang disampaikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Melihat kondisi negara-negara di berbagai belahan dunia yang saat ini sedang bersama-sama berjuang menghadapi wabah virus corona atau covid-19, khususnya negara kita Indonesia. Begitu cepatnya pandemi ini menyebar dan menginfeksi orang-orang setiap harinya. Data terbaru yang dirilis dari timeline line, hari ini, Rabu, 18 Maret 2020, jumlah pasien positif corona di Indonesia mencapai 227 orang, dengan jumlah pasien yang sembuh sebanyak 11 orang dan jumlah pasien yang meninggal meningkat menjadi 19 orang. Tidak bisa dipungkiri bahwa wabah ini merupakan masalah yang serius dan perlu perhatian dari semua pihak. Tidak hanya menyangkut instansi-instansi kesehatan, dalam hal ini rumah sakit dan juga Kementrian Kesehatan, namun juga perlu adanya kerjasama dan perhatian dari lembaga dan instansi yang lainnya.
Setelah banyaknya konspirasi yang merebak di masyarakat, melalui media sosial, dan cerita dari mulut ke mulut, mengenai senjata biologi China yang bocor, permainan politik, pengalihan isu, dan juga kepentingan-kepentingan elite politik penguasa yang ada dibalik peristiwa ini, yang pastinya masih hanya sebatas teori konspirasi. Belum bisa dibuktikkan kebenaran fakta akan itu semua. 
Keresahan masyarakat timbul karena kurang akurat dan lengkapnya informasi yang disampaikan oleh Pemerintah Pusat. Banyak yang meyakini, bahwa konfirmasi dari pasien yang terinfeksi tidak seperti yang terjadi di lapangan. Banyak yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Mungkin saja, kasus positif corona di Indonesia tidak seperti yang kita lihat dan dengar dari pemberitaan. Benarkah, hanya 227 orang yang terinfeksi positif, atau ini adalah salah satu cara dari pemerintah untuk bisa menekan dan mengendalikan kepanikan yang timbul di masyarakat. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Terawan Agus, selaku Menteri Kesehatan Republik Indonesia, bahwa, "Yang paling berbahaya dari virus corona adalah berita Hoaxnya". Karena, banyak sekali berita-berita bertebaran di dunia maya yang kita sendiri belum tahu pasti, benar tidaknya informasi tersebut.
Yang mestinya menjadi fokus kita sekarang, sebagai masyarakat awam adalah, melihat sisi positif dari kasus ini, dan jangan terus-terusan melihat sisi negatifnya. Lihatlah contoh dari 3 pasien Covid-19 yang telah sembuh dan sehat kembali. Yang mana belakangan diketahui, bahwa mereka bertiga merupakan kasus orang pertama di Indonesia yang terinfeksi virus mematikan ini. Banyak media yang berusaha menggali informasi terkait pengalaman mereka, bisa teman-teman serching sendiri di youtube. Dari kesaksian dan cerita mereka, saya sendiri yang sangat takut dengan virus Corona, semakin yakin dan sadar, bahwasannya, penyakit ini bisa disembuhkan dan dicegah lewat pola hidup sehat dan kiat-kiat yang diberikan dari pemerintah dan anjuran WHO. Takut boleh, cemas boleh, tapi... panik jangan. Karena, jika kita yakin dengan daya tahan tubuh yang fit, ditambah dengan self healing dan self mental yang baik, penyakit  apapun itu, bisa sembuh, hilang, bahkan jauh dari diri kita. Yang terakhir, ingat selalu prinsip 'Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati'
Continue reading Day 78 "Ibadah di Rumah, Belajar di Rumah, Kerja di Rumah"

Day 77 "Corona Mengguncang Dunia"

Hasil gambar untuk virus coronaHasil gambar untuk bumi

Sumber Gambar : CNBC Indonesia dan Kompas.com

'Corona', mendengar kata ini, pasti sudah tidak asing lagi bagi kita masyarakat yang tinggal di Indonesia khususnya dan di dunia pada umumnya. Wabah penyakit yang sudah ditetapkan beberapa waktu yang lalu oleh WHO sebagai pandemi, yang artinya sudah menyebar di seluruh belahan dunia. Indonesia pada beberapa waktu yang lalu juga optimis dan yakin bahwa belum ada masyarakat yang dikonfirmasi terinfeksi virus corona atau n-COV 19 ini. Namun ternyata Indonesia keliru, dari yang awalnnya hanya 2 orang yang terinfeksi berlanjut menjadi 172 orang yang terinfeksi pada hari ini Selasa, 17 Maret 2020. Dari informasi yang diupdate terus melalui timeline line, data pada hari ini, Selasa, 17 Maret 2020, yang dilaporkan positif sudah 172 kasus, negatif 1.083 kasus, korban sembuh 9 orang, dan korban meninggal sebayak 5 orang. 
Dari data yang diperoleh, kita bisa menyimpulkan bahwa, kasus kematian atau tingkat keparahan yang diakibatkan oleh virus corona masih tergolong sangat kecil. Namun, bukan berarti wabah ini dapat dianggap sebelah mata. Pasalnya, kecepatan penyebaran pandemi ini sungguh tidak bisa dikontrol. Gejala dan infeksi yang kurang lebih sama dengan pemyakit flu atau pilek membuat kita sulit mengindentifikasi positif tidaknya setiap orang. 
Presiden Jokowi juga sudah mendeklarasikan tentang gerakan beribadah, belajar, dan bekerja dari rumah. Mengurangi interaksi dan kegiatan  sosial yang dianggap tidak terlalu penting. Berusaha sebisa mungkin untuk tidak berinteraksi atau berpergian di keramaian. 
Seperti yang sudah kita tahu bersama, bahwasannya Menteri Perhubungan Republik Indonesia Bapak Budi Karya Sumadi juga sudah dilaporkan positif terinfeksi virus corona. Hal ini mungkin membuat sebagian besar masyarakat Indonesia takut, waspada, dan was-was. Disamping itu, pemerintah yang juga berusaha mengurangi kepanikan dan kecemasan masyarakat Indonesia, juga harus fokus kepada proses dan prosedur penyembuhan untuk masyarakat yang terinfeksi. Harapannya, wabah ini cepat berlalu, dan tidak lagi menjadi ketakutan massal di seluruh dunia.  Karena kita ketahui bersama, bahwa akibat yang ditimbulkan dari adanya pandemi baru ini, tidak hanya terbatas pada bidang kesehatan, namun juga berdampak pada bidang-bidang lain, seperti ekonomi global, krisis moneter, kebutuhan sandang, pangan, dan papan di masing-masing negara, dan juga proses diplomatik dan hubungan internasional antara negara-negara di dunia yang juga pasti akan terganggu. 
Semoga, kita bisa mengambil hikmah dibalik peristiwa yang mengguncang dunia ini. Dan semoga cepat terjadi pemulihan di seluruh dunia, dan yang paling penting, virus ini hilang dari muka bumi. Amin.
Continue reading Day 77 "Corona Mengguncang Dunia"

Day 69 "Hampir Selesai 2"



"Detik Detik", seperti judul buku yang digunakan untuk persiapan menghadapi ujian akhir tingkat SLTP atau SLTA. Begitu juga dengan waktu perjalanan kami di SMA yang tinggal menghitung detik. Ya, memang bisa dibilang begitu. 'Juli 2017' merupakan awal kami memulai pendidikan di bangku sekolah menengah atas, sampai pada 'bulan ketiga di tahun 2020' ini, merupakan masa-masa genting yang menentukan, apakah kami layak dan sanggup menyelesaikan perjuangan kami selama di SMA atau tidak. Begitu banyak cerita, pengalaman, suka, duka, tangis, dan tawa yang mewarnai hari-hari kami, khususnya aku pribadi di sekolah tercinta SMA Negeri 1 Pangkalan Bun. Bersyukur dan sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari sejarah pertumbuhan dan perkembangan SMA Negeri 1 Pangkalan Bun spesial di angkatan kami, angkatan 54. '12 MIPA 2'  khususnya, menjadi keluarga dan tempat cerita yang penuh dengan kejutan yang unik di dalamnya. Mengapa demikian? karena banyak sekali hal-hal yang bisa aku pelajari dan ku jadikan input buat diriku sendiri dari lingkungan kelas tempat belajarku di sekolah ini.
Cerdas, nakal, rajin, dan malas jadi kata-kata yang pas buat gambarin situasi dan kondisi kelas kami. Bukan kelas yang dicap nakal, bukan juga kelas yang berisi orang-orang pintar, yang selalu dapat poin 100 setiap kali ujian. Kelas yang penuh dengan intrik, polemik, rahasia, canda tawa, dan air mata. Pokoknya gak bisa diceritain dengan kalimat apapun juga.
Ternyata sebentar lagi kita semua berpisah, punya kehidupan sendiri, jalan kehidupan sendiri, dan pilihan hidup sendiri, yang pasti semuanya itu menuntut kita punya tanggung jawab lebih atas cerita hidup kita sendiri. Semua proses panjang yang udah kita lewatin sama-sama, tanpa terasa tinggal menunggu akhirnya.
"Semoga ini memang bukan AKHIR dari cerita kita, tapi AWAL untuk cerita kita selanjutnya..."
SuKsEs kawan-kawanku Mipa 2 angkatan 54!
Continue reading Day 69 "Hampir Selesai 2"

Day 65 "Mungkin Ya Aku Bisa, Namun Mungkin Tidak Karena Biaya"


Tinggal menunggu hari dimana perjuangan kita diuji. Aku dengan segala keterbatasanku dan tingginya mimpiku, berusaha untuk mencari jalan terbaik untuk pendidikanku. Mungkin aku tidak seberuntung orang lain, yang untuk pemenuhan kebutuhan dan keinginan saja sepertinya lebih dari cukup, uang sekolah yang mahal tidak jadi soal. Walau aku bersekolah di sekolah negeri, namun bukannya tidak mugkin ada tuntutan sana sini. Dibilang pintar tidak juga, dicap bodoh mungkin iya. Bukan dari seberapa pintar kamu dilahirkan, namun dari bagaimana kamu berusaha untuk belajar dan memahami kehidupan. 
Banyak sekali yang sudah aku harapkan, namun aku tahu semua ada di tangan Tuhan. Masih bolehkah aku bermimpi untuk lanjut ke perguruan tinggi? Semuanya bertolak belakang dengan Reality..., lagi-lagi soal biaya. Aku juga tidak mau menyalahkan siapa-siapa, apalagi sampai merasa tidak terima dengan ini semua. Sedih iya..., marah iya..., kecewa..., mungkin iya. Sekarang tinggal bagaimana aku mencari jalan lainnya. Ada pepatah bilang "Banyak Jalan Menuju Roma" iya juga ya, semua jadi masuk akal pada waktu-Nya. 
Hmmm, tarik nafas dalam-dalam, tahan, dan hembuskan. Di umur 18 tahun lebih 6 bulan, semoga ada keajaiban Tuhan yang tak pernah aku bayangkan... Amin
Continue reading Day 65 "Mungkin Ya Aku Bisa, Namun Mungkin Tidak Karena Biaya"

Day 56 "UNBK dan UTBK"


Zaman sekarang adalah zaman yang penuh dengan ujian.
Ujian hidup, ujian sekolah, dan ujian kompetensi tuk masuk ke perguruan tinggi.
Semakin berat level ujiannya, semakin meningkat pula skill dan kompetensinya.
Yang berusaha dengan sekuat tenaga akan mencapai tujuan utama.
Yang usahanya biasa-biasa saja, mungkin pula diterima, karena tidak lupa berdoa.
Semuanya kembali lagi pada hak Yang Maha Kuasa.
Apalah dayanya kita sebagai manusia yang hina dan sungguh berdosa.
Hendak menyelami pikiran Yang Empunya.
Bersakit-sakit di depan, tertawa-tawa kemudian.
Itulah sejatinya kunci keberhasilan.
Jangan pernah lupa tuk melibatkan Tuhan dalam setiap persoalan.
Hakikatnya Ialah yang empunya 1001 cara dan 1001 solusi untuk memberikan keputusan.





UNBK dan UTBK sekarang ada di depan mata.
Tinggal menunggu waktu dan tanggal mainnya.
Apakah kita siap atau asal jawab.
Mau atau tidak, mampu atau tidak, bahkan siap atau tidak, jangan sampai tidak dicoba.
UNBK dan UTBK sama-sama penting, hanya fungsi dan tujuannya yang berbeda.
Yang satu untuk tanda sah ijazah, dan yang satu lagi untuk masuk kuliah.
Sekali lagi, jangan berhenti berharap dan bermimpi.
Jika kita tak mampu menembak matahari, setidaknya kita memiliki merkurius, venus, dan bumi. 
*Kak Aliah*

Sumber gambar : Google (nasional.tempo.co) dan (beritajatim.com)
Continue reading Day 56 "UNBK dan UTBK"

Day 52 "Belanja Seadanya, Nunggu Selamanya"



Siapa sih yang enggak tertarik kalau udah dengar kata "Belanja" ?, pasti yang langsung ada di pikiran kalian adalah barang-barang, baik itu berupa produk maupun jasa yang dapat memberikan kita kenyamanan dan kepuasan. Nah, bicara soal belanja nih, pernah gak sih kalian nekat buat cari barang atau produk murah yang sebenarnya juga dijual di warung-warung pinggir jalan dekat rumah kalian, cuma karena harganya lebih murah di supermarket, kalian jadi beli barang itu dan cuma satu jenis barang itu aja yang dibeli tanpa membeli barang atau produk lain. Jujur, pernah gak? Kalo belum pernah berarti saatnya untuk dengar cerita dari aku.
Kalo kalian tanya aku, pernah gak ngelakuin hal itu, jawabannya SERING. Jadi gini nih ceritanya .., singkat cerita, setiap hari di sekolah, aku berjualan arem-arem. Puji Tuhan, sampai saat ini, arem-arem buatan mamak ku masih digemari oleh teman-temanku di sekolah, dan jarang banget gak habis.  Kalaupun gak habis biasanya masih ada sisanya 2 atau 3 biji. Walaupun sebenarnya gak ada bedanya sama kue arem-arem yang dijual di warung-warung kue, namun menurutku yang paling bikin beda adalah dari bahan pembuatannya. Kalau di rumah, mamak selalu pake santan sun kara 2 sachet. Mungkin itu kali ya, yang bikin arem-arem buatan mamak lebih gurih dan agak beda dari arem-arem lain.
Nah, pernah suatu saat, pas lagi dalam kondisi kekurangan modal untuk bikin arem-arem, karena uang yang sangat terbatas, waktu itu uang di tangan hanya tinggal lima ribu, sedangkan harga santan sun kara satu sachetnya tiga ribu lima ratus di warung dekat rumah. Ada juga beberapa warung yang menjual dengan harga tiga ribu per sachet. Untuk buat 50 sampai 80 arem-arem aja butuh minimal 2  sachet santan kara. Dan percaya gak percaya, waktu itu di rumah emang lagi gak ada uang sama sekali, dan bapak belum selesai bekerja dari hutan. Jadi ya sangat berharap banget uang dari hasil penjualan arem-arem. 
Seingatku, waktu itu buleku pernah bilang kalau beli sesuatu mending di supermarket atau swalayan sekalian aja, karena harga ecerannya lebih murah. Okelah, aku coba beraniin diri dengan modal uang lima ribu di tangan, nekat buat masuk ke swalayan dan gak tau pastinya harga santan sun kara di swalayan itu. 
Udah nemu barangnya, sampailah aku waktu itu di kasir, belum hilang rasa khawatir ku, eh malah ditambah lagi dengan antrian yang panjang, plus barang-barang yang dibayar itu satu troli penuh lagi. Udah tempat kasirnya cuma ada 2 yang aktif , meja kasir satunya masih kosong. Hmmm, campur aduk lah perasaanku, marah, bingung, dan takut. Yang jadi pikiran waktu itu adalah, kenapa mbak-mbak kasirnya gak peka dan cepat tanggap ngeliat aku dan seorang ibu-ibu yang bawa barang belanjaan sangat sedikit, bahkan gak pake keranjang belanjaan atau troli, bahkan cuma bawa satu dua barang di tangan. Setelah menunggu lumayan lama, akhirnya tiba giliranku untuk membayar di kasir, dan Puji Tuhan, tenyata harga santan sun kara nya pas lima ribu rupiah, gak kurang dan gak lebih. 
Hmmm, mungkin dari teman-teman bloger dan pembaca budiman sekalian ada yang mau berpendapat dan menyalahkan atau membenarkan pemikiran aku ini, silakan komen di bawah ya...

Terima Kasih 
buat yang sudah mampir, baca, atau bahkan cuma meng-klik link biru blog saya
terima kash sekali lagi
tetap stay dan tunggu cerita-cerita selanjutnya hanya di 
Kunjunganmenarik.blogspot.com

*Sumber : gambar ( sumsel.tribunnews.com, google )

Continue reading Day 52 "Belanja Seadanya, Nunggu Selamanya"

Day 37 "Ketika Seratus Ribu Tidak Menjamin Isi Dompetmu"

Hasil gambar untuk uang 100 ribu

Zaman sekarang semua serba mahal, uang Rp 100.000 seperti tidak ada artinya. Uang mengalir bak air. Tak terasa langsung habis begitu saja. Harga barang dan pelayanan jasa saja sudah naik sampai ke langit. Seberapapun usaha kita untuk tidak memecahkan uang, ujung-ujungnya pasti terpecah juga. Dari warna merah ke ungu, sampai juga ke warna abu-abu. Dari 0 yang lima digit, berubah ke 0 yang tiga digit. Dunia rasanya memang semakin berat, tekanan dan tanggungan hidup yang banyak, membuat kita harus terus memutar otak. Banting tulang sana sini, untuk mencari sesuap nasi. Belum lagi keperluan yang belum pasti. 


Kemampuan dan rejeki masing-masing orang itu berbeda-beda. Ada yang dari lahir sudah kaya, ada juga yang dari lahir harus sana sini meminta-minta. Hidup berkecukupan saja sudah syukur Alhamdulilah. Bukan golongan kaya, tapi golongan yang bersyukur hidup di rata-rata. Hidup apa adanya, bukan hidup untuk ada apanya. Ilmu dan Agama jadi modal utama, di tengah-tengah dunia yang semakin merajalela. 


Ada yang bilang, 'Uang bukanlah segalanya, tapi segalanya butuh uang.' Sangat masuk akal. Namun, pada hakikatnya, tidak semua hal di dunia ini bisa diukur dengan uang. Kebahagiaan, kenyamanan, kesehatan, kerukunan, kedamaian, cinta, dan kasih sayang. 

Uang memang penting, namun yang lebih penting adalah bagaimana kita mampu bertahan dan meposisikan diri ini sebaik mungkin. Kita butuh uang, tapi jangan sampai uang yang kita dapatkan menjadi pengontrol diri kita. Kitalah yang mengontrol uang, bukan uang yang mengontrol diri kita. 

sekian...


Continue reading Day 37 "Ketika Seratus Ribu Tidak Menjamin Isi Dompetmu"

Day 1 Tahun Baru 2020

Hasil gambar untuk 2020

Tidak terasa sudah satu tahun kita berjalan sepanjang waktu 2019. Tentunya banyak hal yang sudah kita lewati. Suka, duka, tangis, tawa, bahagia dan air mata. Tidak mudah memang, namun tahun baru 2020 ini membuktikan bahwa kita telah sanggup menjalani proses kehidupan panjang yang penuh dengan kenangan. Segala peristiwa yang pernah dan telah terjadi, kiranya dapat menjadi pembelajaran, pengalaman, dan kekuatan bagi kita untuk maju melesat menghadapi masa yang akan datang.

Bagaimana dengan resolusi?
Menjelang waktu pergantian tahun, banyak sekali teman-teman yang berharap dan berkeinginan untuk bisa melakukan hal-hal yang lebih baik dari  tahun kemarin. Segala jenis postingan status dari mulai doa, harapan, kata-kata motivasi, sampai kata-kata bijak tentang persiapan menghadapi tahun baru telah ditunjukkan. Tetapi, yang paling penting adalah, apakah kita telah sungguh-sungguh berkomitmen dan menetapkan hati untuk berubah, atau semua postingan dan pembaruan status yang kita buat hanyalah kata-kata kiasan untuk ikut-ikutan. Entahlah..., semuanya kembali lagi kepada diri kita masing-masing.

Perlukah acara yang mewah dan meriah?
Pelisiran dan rencana liburan telah dijadwalkan, namun apakah kita lupa dengan hakikat tahun baru yang sebenarnya? Apakah jalan-jalan dan makan-makan bisa menjanjikan perubahan..., 
sungguh tidak menjamin. Tetapi, bukan berarti hal itu dilarang ataupun dianjurkan tidak untuk dilakukan. Sah-sah saja sebenarnya, toh kita semua butuh yang namanya refreshing, menghilangkan kepenatan selama satu tahun lamanya. Saya juga butuh itu dan saya sangat ingin. Tapi kita perlu waktu pribadi untuk diri kita sendiri, mengevaluasi hal apa saja yang telah kita hadapi sepanjang tahun 2019, apa yang masih kurang dalam diri ini? Apakah hal ini bagus untuk saya? Cukupkah ini semua bagi saya? Atau malah berlebih...

Hal terpenting yaitu bersyukur dan bersiap.
Jangan lupa untuk berterima kasih kepada orang-orang yang telah membantumu tumbuh, berkembang, dan berubah dari setiap rasa cinta, rasa sakit, dan rasa sukaduka yang mereka berikan dalam kehidupanmu. Yang terakhir, bersiaplah untuk maju dan menghadapi setiap persoalan dan apapun yang ada di depan. Berdoa, berusaha, beriman, dan bertakwalah.

#Blogbaruditahunbaru
#Wejangantahunbaru
#Kunjunganmenarik.blogspot.com

Email :
@riko.noya29@gmail.com
Continue reading Day 1 Tahun Baru 2020

Day 75 ( Customs Goes to School 2019 )

 
   "Customs goes to school 2019...! Generasi muda membangun negeri."
Tagline atau yel-yel yang aku dengar dari kegiatan sosialisasi yang diadakan oleh Bea Cukai Pangkalan Bun tanggal 30 Agustus 2019 ini sangat selaras dengan antusiasme dan semangat kami dalam mengikuti dan menerima materi dari kakak-kakak bea cukai yang kece-kece.


   Kegiatannya juga gak ngebosanin, kreatif dan sangat menarik. Penuh dengan kejutan dan hadiah-hadiah yang super keren.
   Materi yang disampaikan antara lain terkait dengan seluk-beluk bea cukai, tugas dan peranannya, serta tips dan motivasi buat kami yang ingin menjadi anggota bea cukai, khususnya kiat-kiat untuk bisa masuk Politeknik Keuangan Negara STAN.


   Banyak hal yang aku dapatkan dari kegiatan ini, gak cuma materi untuk ningkatin kapasitas diri, tapi juga hadiah yang bikin termotivasi. Ada flashdisk, totebag, dan tumbler yang keren.
   Sebelum aku dan teman teman naik ke aula atas untuk menerima materi, kami mendengar suara musik dari atas, dan ternyata ada salah seorang kakak pemateri yang jago banget nyanyi dan juga ada yang jago main keyboard.


   Mereka ngebawain lagu 'a whole new world' yang merupakan OST dari film Aladdin. Keren banget pokoknya.
    Nah, masuk ke acara utama nih, pembukaan dan materi. Betapa beruntungnya aku pas dapat kesempatan buat foto bareng Ibu Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun, namanya Ibu Nurtanti Widyasari, beliau sangat ramah, welcome, dan cantik banget.  Keliatan banget kalo ibu masih muda. Dan Puji Tuhan, aku bisa dapat salah satu hadiah menarik, yaitu totebag yang ada gambar burung rangkong dan lambang bea cukai.
   MC yang membawa kami dalam acara juga sangat enjoy dan kompak, belakangan aku tahu ternyata mereka emang pasangan kekasih gaes. Cocok banget sih. Kakak-kakak yang masih muda dan pinter.
   Di akhir sosialisasi, ternyata masih ada lomba foto dan caption paling menarik dan paling banyak likers di instagram. Aku pun langsung kepikiran buat ikut nih, karena aku tau hadiah untuk juara 1 nya mantab banget. Dan sayangnya, setelah beberapa waktu, akhirnya pengumuman lomba, dan aku ndak dapat juara 1, tapi lumayan lah, bisa dapat juara kategori caption terbaik. Dan dapat satu buku persiapan masuk STAN. Puji Tuhan...,


   Itu dia tadi sedikit banyaknya cerita dari pengalamanku beberapa waktu yang lalu, semoga bisa menjadi kisah menarik dan media untuk sharing ya...
   Tetap tunggu cerita-cerita lain di blog ku ya...
Salam literasi...
#Moment from facebook beacukai pangkalanbun, instagram, frame of beacukai pangkalan Bun

 

 
Continue reading Day 75 ( Customs Goes to School 2019 )

Day 74 "Liburan dan Asuransi, Mengasyikan dan Aman Sekali" #MyTripMyHoliday


Hmmm,  menarik bukan?  Holiday atau liburan sendiri menjadi waktu yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang dari berbagai kalangan. Dari mulai karyawan kantor, pegawai pemerintah, dan pekerja di perusahaan. Semua orang pada dasarnya memang membutuhkan sedikit relaksasi dan waktu luang untuk mengisi kembali semangat dan energi. Apalagi jika orang tersebut telah disibukkan dengan berbagai kegiatan dan aktivitas pekerjaan maupun pembelajaran. Lain halnya dengan orang yang pekerjaannya memang mengharuskannya terbang melintasi berbagai kota, negara, bahkan sampai ke lain benua. Dengan kata lain, orang tersebut sudah mendapat kesempatan jalan-jalan atau liburan dari pekerjaannya.
Di blog edisi kali ini, saya akan membahas topik terkait “Liburan dan Asuransi Perjalanan”. Dua hal yang tak dapat dipisahkan, artinya kedua-duanya memegang peranan penting dari suatu rencana perjalanan atau liburan. Bayangkan betapa lengkap dan amannya perjalanan liburan yang kita lakukan. Berlibur dengan disertai asuransi perjalanan akan mengantisipasi berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan. Bukan berarti kita berharap bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi menimpa kita saat berada dalam perjalanan liburan ke suatu tempat, namun seperti kata pepatah, “Sedia payung sebelum hujan”. Itulah kira-kira hal yang dapat menggambarkan maksud dan tujuan dari penulisan blog ini.
Berkaca dari pengalaman saya kemarin, saat pergi ke Kota Apel Malang dengan tujuan utamanya adalah untuk berkompetisi, namun sedikit saya manfaatkan untuk refreshing dan sekaligus plesiran. Cukup dihitung sebagai perjalanan liburan dan pengenalan diri di kota orang.
Bahwasannya, segala sesuatu memang harus dipersiapkan dengan sebaik mungkin. Apalagi dalam hal perjalanan ke suatu tempat yang jauh dan belum pernah kita jejaki. Perjalanan saya ke Malang beberapa waktu lalu membuat saya berpikir bahwa apa yang saya persiapkan untuk perjalanan belum maksimal.
Pemesanan tiket pesawat yang dikejar deadline acara, serta kebimbangan untuk memutuskan berapa hari waktu saya di sana dan kapan saya harus pulang sempat menjadi perundingan saya, teman-teman dan guru pembimbing. Mau tidak mau, siap tidak siap, saya dan teman-teman tetap harus memutuskan dan memberi kepastian kepada pihak penyedia perjalanan.  Hal itu yang membuat saya sadar, bahwa asuransi dan kesiapan perjalanan liburan dan berpergian bisa kita dapatkan di Mega Insurance.
Lewat program Mega Travel Care, dengan motto “Biarkan kaki Anda melangkah dengan tenang dan nyaman bersama kemudahan yang diberikan oleh Mega Trave Care” membuat kita semakin tenang dan yakin jika ingin berpergian ke suatu tempat. Tak hanya itu, yang baru saya ketahui adalah, adanya ganti rugi akibat pembatalan perjalanan. Hal ini tentu saja membuat  kita tidak ragu untuk memilih Mega Travel sebagai teman perjalanan.

Continue reading Day 74 "Liburan dan Asuransi, Mengasyikan dan Aman Sekali" #MyTripMyHoliday