Day 64 ( Selamat Hari Raya Idul Adha )
Selamat Hari Raya Idul Adha buat teman-teman muslim yang merayakan. Semoga hari ini, menjadi hari yang penuh berkat buat kita semua, amin.
Ngomongin soal kurban, di tempat aku sekolah, di SMA Negeri 1 Pangkalan Bun, setiap tahunnya selalu diadakan proses pemotongan hewan kurban, baik itu sapi atau pun kambing.
Untuk tahun ini, idul adha jatuh tepat di hari Minggu, jadi kami teman-teman non-muslim gak bisa ikut menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban yang ada di sekolah. Mungkin hanya anggota OSIS dari seksi terkait hari-hari besar keagamaan yang bisa ikut di sekolah.
Gak papa, yang penting kita bisa turut berbahagia buat teman-teman muslim yang merayakannya, semoga penuh berkah...amin
Sekian blog edisi hari raya idul adha...
Sedikit aja yang bisa aku ulas, makasih buat yang udah mau mampir... Tunggu blog-blog selanjutnya ya...
Day 63 ( Jelang Peringatan Kemerdekaan )
Salam NKRI!...
Nah, gak kerasa ya, udah mau tujuhbelasan lagi. Tahun ini, negara kita tercinta, memperingati hari kemerdekaan yang ke 74. Tinggal seminggu lagi waktu menuju peringatan sejarah perjuangan bangsa ini. Perjuangan yang sangat luar biasa, hingga mencapai kata MERDEKA. Sungguh gak kebayang, gimana prosesnya sampai Indonesia bisa ada seperti saat ini.
Untuk itu, kita patut berbangga dan bersyukur sebagai bagian dari bangsa yang besar ini, mengapa? Karena kita dilahirkan di tanah pahlawan, dibesarkan dengan adat luhur ketimuran, dan menjunjung tinggi rasa persatuan. Indonesia, kami sungguh bangga menjadi bagian dari namamu.
Ngomongin tentang perayaan kemerdekaan ni, menurut sahabat bloger, ada yang berbeda gak dari tahun-tahun perayaan sebelumnya. Pada umumnya sih kelihatan sama aja ya, namun, tahun ini aku rasa lebih meriah lagi, karena setiap rumah dan kantor-kantor dinas dihiasi dengan lampu-lampu warna-warni, khususnya lampu yang berwarna merah dan putih. Terus, yang bikin tambah meriah lagi adalah di kota Pangkalan Bun, tempat tinggalku ini, akan diadakan parade merah putih untuk menyambut hari ulang tahun kemerdekaan negara Indonesia.
Seperti contoh yang sahabat bloger lihat, itu merupakan foto yang kuambil saat berada di depan kantor pos, yang terdapat lampu berwarna merah dan putih. Keren ya,...
Semua sudut di kota Pangkalan Bun, ku rasa sudah memiliki lampu-lampu hias.
Akhir kata, semoga perayaan yang sebesar ini, bisa selalu dikenang dan tidak menghilangkan esensi dari perayaan dan peringatan ulang tahun itu sendiri.
Sekian blog edisi kali ini, kurang lebihnya saya mohon maaf, terimakasih buat sahabat bloger yang udah mau mampir.
Tungguin blog-blog selanjutnya ya...
Day 62 ( Tidak peduli seberapa BAIK dirimu, kamu selalu BURUK di ceritanya orang lain )
Topik blog kali ini aku tulis karena sangat menarik. Kenapa? Karena kalimat tersebut memang benar dan sesuai dengan apa yang terjadi di kehidupan kita. Orang baik aja diomongin yang jahat-jahat, waduh...apalagi orang yang beneran jahat, kalian pasti bisa menyimpulkan sendiri. Entah siapa yang membuat quotes ini, walau sederhana, namun isinya mengandung banyak makna dan cerita. Ibarat seorang penyaji materi yang melakukan presentasi dengan amat sempurna, namun audiens selalu mencari-cari kesalahannya dari yang terkecil sampai yang terbesar, bahkan yang sebenarnya tidak ada cacat kesalahan, dibuat seolah-olah ada.
Penyaji materi itu kita anggap orang yang baik dan benar. Sementara, sang audiens pencari-cari kesalahan merupakan orang yang selalu berpikir dan berprasangka buruk terhadap penyaji materi. Benar juga kata Tere Liye, "Kita gak perlu berusaha dengan keras untuk membuat orang lain suka sama kita, kalo dia beneran suka, syukur..., kalo emang dari awal, dia gak suka sama kita, mau sebaik apapun kita berusaha, tetap aja gak akan berpengaruh sama dia. Apapun yang kita lakukan, selalu salah di matanya."
Ada cerita menarik dari seorang pendeta yang pernah aku dengar... Dimana, selama duduk di bangku kuliah, pendeta tersebut tinggal bersama kawan-kawannya yang berjumlah 5 orang. Dan yang mengejutkan adalah, pada satu waktu, saat mereka sedang berkumpul bersama, pendeta tersebut bilang bahwa, "Saya tidak menyukai kamu, saya gak suka kebiasaan kamu, tolong dong diperbaiki." Tentu saja, pendeta tersebut mengutarakan ketidaksetujuan terhadap kebiasaan temannya itu secara halus, dengan memberikan alasannya. Awalnya mungkin teman-temannya kaget atau marah, namun setelah mengetahui alasannya, bisa saja mereka tersenyum dan menyadari kebiasaan buruk nya yang membuat orang lain merasa tidak nyaman. Nah, seperti itu gaes, rasanya lebih baik jika kita ngomong di depan, daripada ngomong di belakang, kemudian merembet langsung kemana-mana dengan cerita yang mengada-ada.
But, hal ini memang perlu mental yang kuat dan kesiapan yang matang. Kalau kita tidak benar-benar mempersiapkan diri, mungkin aja teman yang kita tegur, bisa marah atau kecewa.
Jujur, aku aja belum bisa sampai sekarang buat ngelakuin hal itu. Berat rasanya, apalagi untuk teman-teman yang sudah kita kenal lama, yang udah kita tau sifat, karakter, dan baik buruknya.
Terakhir ada satu kalimat dari Alkitab yang sangat bagus, yang berbunyi demikian,
"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."
Sekian blog edisi kali ini, terimakasih buat teman-teman yang udah mau mampir. Tunggu blog-blog selnjutnya ya...
Day 61 ( Ingat selalu Kebaikan sekecil apapun, dan lupakan Kejahatan sebesar apapun )
Luar biasa, hari ini dapat satu lagi pelajaran hidup yang sangat berarti. Sebenarnya kemarin sih. Bagaimana kita berusaha melupakan kejahatan orang lain pada kita sebesar dan sesering apapun, serta mencoba mengingat satu kebaikan sekecil apapun yang pernah ia lakukan buat kita. Ingat kan, kalo Kejahatan akan selalu kalah sama yang namanya Kebaikan. Memang, biasanya di film-film, tokoh yang jahat selalu keliatan diatas, but, don't forget... Waktu terus berjalan, segalanya akan kalah sama yang namanya waktu, gak terasa memang, tapi akan tiba saatnya, Kejahatan ada di bawah, dan Kebaikan yang diatas.
Disitulah letak perbedaanya. Tanamkan mental yang kokoh, sadari bahwa 5 kejahatan tidak akan sebanding dengan besarnya 1 kebaikan. Teruslah berbuat baik, walau tidak dibalas baik. Ini bukan soal bodoh, gak bisa balas, lemah, cupu, atau gak mampu. Tapi ini tentang seberapa besar dan luasanya lembar hatimu, dan urusan pribadimu kepada Tuhanmu.
Keep growing and upgrade yourself...
Day 60 ( Takut mengecewakan teman, tapi tidak takut mengecewakan keluarga(orang tua) )
Day 59 ( Jangan cuma mau didengar, tapi belajarlah untuk mendengar, jangan cuma mau diterima, tapi belajarlah untuk menerima )
Day 58 ( Bangkit dari Kegagalan )
Buat sahabat bloger yang pernah atau seringkali mengalami kegagalan, baik dalam pendidikan, karir, pekerjaan, atau bahkan dalam hubungan. Jangan takut, jangan ragu, jangan menyerah. Selama kita yakin dan percaya bahwa Tuhan senantiasa menyertai langkah kita, maka gak ada alasan untuk mundur bahkan berhenti.
Sekali mencoba, gagal, dua kali mencoba tetap gagal, sampai tiga kali mencoba pun belum berhasil, jangan gentar. Lihatlah Thomas Alfa Edison, yang butuh berapa ribu kali kegagalan dalam percobaanya, sampai pada akhirnya meraih kesuksesan besar dalam sejarah, sebagai penemu bohlam lampu. Gagal yang sesungguhnya adalah ketika kamu berhenti untuk terus mencoba dan berusaha.
Untuk bangkit dari kegagalan, kita harus berani dalam mencoba, jangan cepat mengambil kesimpulan sendiri, dan mendengarkan kata-kata orang yang merusak benteng keyakinan kita. Mengutip kotbah yang aku dengar beberapa waktu kemarin, dimana seorang balita butuh setidaknya 240 kali terjatuh sebelum akhirnya benar-benar dapat berdiri dan berjalan. Ingat, bahwa jika Tuhan sudah berkata Ya, maka tidak akan ada kekuatan di bumi ini yang dapat mengatakan Tidak. Selama kita ada di jalan yang benar, jangan takut, karena Tuhan juga selalu berpihak pada orang yang benar.
Sukses di dunia dan sukses di akhirat. "Seimbangkan antara urusan dunia dan urusan akhirat." Kata bapak guru penjasorkes kami di SMP, bapak Agus Thohari.
Bentuklah mental baja dan bukan mental tempe. Bangkit dan maju terus, siapkan diri dengan berbagai pengalaman dan keterampilan. Jangan berkecil hati jika setelah berkali-kali mencoba, ternyata belum berhasil juga. Mungkin Tuhan sudah siapkan yang terbaik untukmu, namun belum ditunjukkan sekarang. Sabar...
Prinsip dasar adalah, selama kita masih bernafas, jangan pernah berhenti belajar dan berkarya. Lakukan segala sesuatu dengan tulus dan ikhlas, serta jangan berhenti melakukan kebaikan dan kejujuran. Siapa tau, itu akan menjadi bantuan kecil saat kita mengalami kesulitan, dan persiapan buat kita menghadapi kematian.
*mengutip kata-kata guru, dan yang ada di pikiran
Day 57 ( Memanusiakan Manusia )
Day 56 ( Jika Aku Menjadi...)
Seorang bapak-bapak yang udah cukup berumur, di usia senja sekitar 55-60 tahun an mungkin, harus berjalan jauh banget. Kalo dikira-kira itu jauhnya seperti dari Pangkalanbun ke Pangkalan Lada. Asli, gak bohong. Jauh banget. Yang lebih bikin hati tersentuh adalah saat aku tau kalo bapak itu punya kecacatan pada tangan kirinya yang selalu dalam posisi nguncup dan bengkok.
Sontak yang langsung ku pikirin adalah, gimana perjuanganku selama ini? Kemana aja riko... Bangun.... Ngapain aja selama 17 tahun hidup lo, udahkah lo kerja keras kaya bapak ini, sumpah mau kalian cowo atau cewe, gak ada yang namanya aneh dan lembek kalo nangis. Saat itu mata lo auto bening berkaca-kaca.
Dan beneran, bapak itu punya semangat tinggi banget buat kerja dan gak mau ngerepotin orang di sekitarnya. Pas gue nawarin buat ngantar bapak itu pulang ke rumahnya, dia bersikeras nolak. Padahal, saat itu, bawaan karung hasil mulungnya besar dan berat banget. Tapi gak keliatan, wajah-wajah capek dan semrawut dari bapak itu.
Tubuhnya yang kecil dan mungil berbanding terbalik sama semangat besarnya buat nafkahin keluarga. Aku tau karena saat itu kebetulan, bapak tersebut lewat depan rumah nenekku di simpang runtu.
Asli, yang bikin haru lagi adalah, bapak itu tiap hari selalu pulang pergi dari rumah dan tempat kerjanya yang bersebelahan, kemudian jalan sambil ngumpulin botol plastik bekas air mineral dan minuman botol lainnya.
Pas mamake nanya pake bahasa jawa, "Rak kesel Pak, awa'e nyambut gawe koyo ngene?" Bapak itu langsung ngomong dengan yakin " Ooo, oraaa!" Piye perasaanmu mas mbak blogerz? Udah bangga kamu dengan hasil keringat orang tuamu, rumah, motor, dll... Yang masih dibebankan sama orang tua kita. Gak sebanding rasanya, sama perjuangan dan keringat kasih sayang mereka buat kita.
Buat kalian yang udah baca blog ini, makasih banget, dan buat kalian yang udah termotivasi dan semangat buat survive, ayo...! Jangan bangga sama harta orangtuamu, banggalah ketika kamu bisa bahagiain orang tua dan orang disekitarmu dengan harta hasil keringatmu...
Sekian,
Diatas adalah foto-foto yang sempat aku potret...
#selalubersyukur
#selamatberjuang
#semangat
Day 55 ( Selamat Jalan Pak Sutopo )
Kematian adalah suatu hal yang pasti dan akan kita hadapi. Siapapun, kapanpun, dan dimanapun dengan alasan apapun. Hari ini Indonesia kembali berduka, dengan kehilangan satu lagi putra terbaik bangsa. Bapak Sutopo Purwo Nugroho, yang merupakan Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB. Beliau merupakan salah seorang tokoh yang berjasa dalam organisasi BNPB. Menurut sumber yang aku peroleh, beliau merupakan alumni Universitas Gadjah Mada dan Institut Pertanian Bogor. Wah, sungguh cendikiawan yang luar biasa ya.
Dari almamaternya saja kita sudah mengetahui bahwa beliau merupakan sosok yang cerdas dan memiliki wawasan luas. Hal ini terbukti dengan berbagai prestasi dan penghargaan yang ia terima selama mengabdi pada negara Indonesia.
Dari googling, aku mendapat beberapa catatan prestasi yang beliau peroleh. Setidaknya ada 11 penghargaan yang disematkan untuk bapak Sutopo.
Beliau meninggal di China, tepat hari ini, dalam perjuangannya melawan sakit kanker paru-paru yang ia derita.
Semoga amal ibadah dan pengabdiannya tetap kita kenang dan diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Selamat jalan bapak Sutopo, kiranya semua perjuanganmu dan dedikasimu untuk negeri mu tak akan lekang oleh waktu...
Quotes terbaik dari Alm. Menurutku adalah:
"Jangan besar karena jabatan, tetapi besarkanlah jabatan itu"
*sumber foto : Kompas dan google
Day 54 ( Lebih Banyak Bersyukur, Karena Dengan Bersyukur Hidup Jadi Makmur ) #MerajutAsa
Ya Tuhan, trimakasih buat nafas hidup ini. Hidup sampai pada titik ini. Belajar, berkarya, dan mengenal sanak saudara.
Walau tidak dilahirkan dari keluarga kaya, setidaknya bisa makan dengan secukupnya.
Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita minta... Benar sekali. Terkadang kita terlalu sibuk dengan keinginan-keinginan dunia yang tidak ada habisnya, sampai lupa bawa kebutuhan kita sudah dipenuhi Sang Pencipta.
Ajarkan aku Tuhan, untuk tetap dan selalu bersyukur buat setiap nafas, waktu, dan kekuatan yang menyertai perjalanan hidupku. Aku sadar, sangat sadar, bahwa setiap tindak tandukku tidak sebaik permintaanku. Seringkali hanya permintaan yang kuutarakan tanpa adanya persembahan. Kau berikan yang terbaik untukku, namun aku kurang maksimal memberikan hal terbaik milikku. Maafkan aku ya Tuhan. Ampuni kekhilafanku.
Cerita yang ku dapat hari ini, tentang kehidupan seorang mbah penjual sapu, rela berjalan berkilo-kilometer jauhnya untuk menjajakan jualannya sebanyak 3 buah ikat sapu lidi. Pasangan suami istri tersebut terlihat sangat setia. Sungguh tidak ada nampak sedikitipun rasa lelah di raut wajah mereka. Aku tak bisa membayangkan, apabila aku berada di posisi mereka. Belum tentulah aku mampu. Trimakasih Tuhan, buat pelajaran kehidupan yang telah Kau tunjukkan.
*Gambar diatas ku ambil saat mbah-mbah tersebut lewat di depan rumah neneku
Day 53 ( Berproses tanpa protes, jangan cuma mau berhasil dan nerima hasil )
Mendengar kata proses, pasti udah langsung tergambar di benak kita bahwa hal itu merupakan serangkaian peristiwa atau kejadian yang panjang. Orang bilang, hidup itu adalah tentang berproses. Berproses menjadi baik, lebih baik, sangat baik atau buruk, lebih buruk, sangat buruk. Tapi, yang namanya proses pasti akan menuju ke arah yang lebih baik. Terkadang, kita udah berproses secara maksimal, namun sayang, hasilnya kurang maksimal. Sudah berusaha sekuat dan semampu kita, tapi malah rasa kecewa yang melanda.Yang bakal aku bahas di blog edisi kali ini adalah tentang, mengapa seringkali di zaman sekarang, manusia ataupun masyarakat pada umumnya lebih nyaman dan sudah terdoktrin untuk menerima segala hal yang instan, dengan embel-embel maunya cepet dan gak pake ribet. Yang penting jadi, dan gak repot. Sayang banget kalo kita hidup gak mau berproses. Contoh kecil dari pengalaman aku ya, pada suatu saat, aku dihadapkan pada kondisi yang gak enak. Dateline tugas udah mepet, sementara tugas itu aku sama sekali gak ngerti. Ada beberapa temen yang bisa langsung minta jokiin tugas ke teman yang ahli. Sementara aku, masih mikir-mikir buat minta joki. Aku pikir, lebih baik nilai tugasku biasa aja, tapi prosesnya luar biasa, dalam artian, sesusah-susahnya tugas itu, aku tetap berusaha, yang penting hasilnya itu dari jari-jariku sendiri. Daripada, nilainya luar biasa, tapi prosesnya biasa-biasa aja. Pasti temen-temen udah paham.
Sayangnya, kebanyakan orang lebih menghargai dan menganggap hasil itu lebih penting daripada proses. Yah, begitulah...
Semuanya tergantung pada prinsip dan persepsi kita masing-masing ya...
Selamat pagi dan selamat beraktivitas kembali sobat bloger...
#juststatement
Day 52 ( Merajut Asa ) #Wirausaha
"Zaman sekarang, nyari kerja susah ya" memang betul, susah banget malah. Kan kita udah pada belajar IPS di SMP plus di SMA khususnya buat teman-teman yang ada di jurusan Ilmu-Ilmu Sosial, bahwasannya masalah ekonomi yang utama dalam suatu negara adalah perbandingan antara jumlah pencari kerja dan kesempatan kerja yang tidak sesuai, dimana pencari kerja lebih banyak daripada kesempatan kerja yang ada, hal ini membuat banyak pengangguran terjadi di negara-negara berkembang, khususnya Indonesia.
Untuk itu kita perlu mengubah mindset dari yang awalnya pencari kerja, menjadi pencipta kerja. Dengan kata lain, kita dituntut untuk punya ide dan kreativitas untuk menciptakan suatu usaha. Berat memang, mengingat perkembangan zaman yang semakin modern, membuat peluang usaha juga semakin kecil. Namun, hal itu bukan berarti tidak mungkin kan.
Seperti halnya yang dilakukan penawar jasa cukur rambut keliling yang ada di Kecamatan Pangkalan Lada. Baru kali ini memang aku melihat langsung ada orang yang membuka salon keliling.
Harganya murah, orangnya ramah, supel, dan welcome banget sama pelanggannya. Motor yang dia pake juga gak nanggung-nanggung lho..., N-Max. Keren ya...
Belajar banyak deh, dari bapak yang satu ini. Niat dan kemauan yang kuat, dengan kondisi lingkungan yang mendukung, plus ide yang menarik dan belum pernah ada sebelumnya, jadi kunci kelancaran dan konsistensi suatu usaha.
Bisa dilihat, di gambar terakhir, ada pelanggan yang sampai datangin dan nungguin orangnya langsung lhooo.
Keren... Patut dicontoh ya.
Day 52 ( Anak Murid Nakal, Namun Selalu Kekal )

Sumber Gambar ; Rikoarfiyantama.wordpress.com
'Anak Murid Nakal, Namun Selalu Kekal' itulah yang menjadi topik bahasan blog kita kali ini. Izinkan riko mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu, waktu ketika opa masuk rumah sakit. Singkat cerita, setelah dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang oleh dokter pada pagi hari, sore nya pun kami memutuskan untuk membawa opa kembali ke rumah. Tak disangka, ketika membawa perlengkapan tidur, Oma yang saat itu agak kesulitan untuk membawa perlengkapan tiba-tiba langsung dihampiri oleh orang yang jalan berlawanan dengannya. Orang itu menarik tangan oma dan langsung menciumnya, begitu pula dengan opa. Awalnya oma sempat kaget sekaligus bingung, karena oma sama sekali tidak mengenal orang itu. Setelah beberapa saat orang itu menjelaskan, akhirnya oma dan opa ingat, jika orang tersebut adalah mantan murid opa sewaktu SMA yang juga adalah sahabat dari ayahku ternyata.
Kamipun akhirnya mencari tempat untuk duduk bersama di pinggir lorong tempat kami berpapasan. Setelah kurang lebih 30 menit opa dan oma bercerita bersama orang itu, kami pun pamit. Namun, ternyata orang itu tidak meninggalkan kami begitu saja. Malah orang itu membantu kami membawa perlengkapan yang cukup banyak dan menguras tenaga itu ke dalam mobil pamanku yang sudah siap menunggu di parkiran belakang rumah sakit. Aku salut dengan kebaikan dan pertolongan yang diberikan orang itu kepada kami, khususnya karena ia tidak lupa dengan seseorang yang pernah menjadi gurunya waktu di sekolah dulu.
Dari pembicaraan yang aku dengar sih, waktu sekolah dulu, om itu sangat nakal dan bandel. Bisa dibilang juga murid yang suka cari gara-gara dan masalah. Tukang onar istilahnya. Tapi ternyata sikap dan akhlaknya sungguh 100 persen berubah. Tidak nampak pada dirinya gambaran anak SMA yang nakal-nakalan. Justru sikapnya penuh sopan santun dan budi pekerti. Walaupun dengan penampilan yang sangat sederhana, tapi ia tidak malu dan tidak takut untuk menegur bahkan berkomunikasi dengan opa.
Dari pengalaman itulah yang aku bagikan dan ceritakan pada sahabat blogger saat ini. Sekolah itu benar tempat yang penuh dengan kenangan dan pengalaman. Pahit atau manis. Tak peduli seberapa pahit pengalamanmu waktu sekolah dulu (SD, SMP, atau SMA) masa depan tetap menjadi miteri dan yang akan mengarahkannya ke hal yang baik ataupun tidak tergantung daripadamu.
Aku juga setuju jika ada yang mengatakan, siswa yang cenderung nakal semasa sekolah, cenderung akan lebih bisa mengharagai dan selalu mengingat gurunya sampai kapanpun. Oleh karena itu aku beri judul blog ini 'Anak Murid Nakal, Namun Selalu Kekal'. Sekian pembaca yang budiman.
Day 51 ( Lebaran Usai, Ujian Akan Dimulai )
Day 50 ( Selamat Hari Raya Idul Fitri 2019 )
Selamat Hari Raya Idul Fitri buat semua sahabat bloger yang merayakan. Semoga kita selalu memperoleh kebaikan dan berkat di hari yang penuh sukacita ini amin...
Kali ini riko pengen review atau flashback sedikit tentang pengalaman ramadan di tahun ini. Seperti yang sahabat bloger tahu, riko udah coba buat ikut puasa, seperti sahabat muslim yang lain. Namun, terhitung dari awal puasa sampai hari raya, riko cuman berhasil puasa full sebanyak 1 kali. Jadi bisa dibilang, 29 hari gagal, 1 hari berhasil. Hmmm..., ternyata emang susah banget ya buat memulai suatu kebiasaan baik, apalagi kebiasaan baik yang baru dan belum pernah kita lakukan.
Tapi gak papa lah, seenggaknya udah dapat pengalaman dan latihan di tahun ini.
Omong-omong tentang hari raya lebaran, udah pasti familiar dengan ketupat, kue-kue, baik itu kue kering ataupun kue basah. Minuman bersoda, salam tempel, dan jalan-jalan.
Cerita dong makanan atau jajanan favorit kalian di waktu lebaran, nastar, putri salju, kastangel, bolu manis, atau stik balado? Semuanya enak sih ya, tergantung selera lidah kita.
Tentang jalan-jalan, selain dengan keluarga, jalan-jalan paling asik sama siapa aja nih, sama pacar, sama temen, atau sendiri aja? Lagi-lagi itu kembali ke diri kita masing-masing.
Walaupun aku sendiri adalah seorang nasrani, namun aku sangat senang dengan bulan suci nya umat muslim. Kenapa? Karena ini adalah moment yang cuman ada setahun sekali, itupun selalu berubah-ubah.
Terus, di tiap kali lebaran bisa lebih memperkuat dan memperdekat hubungan antar sesama, khususnya keluarga, temen, dan kerabat lewat jalan-jalan.
Aku sendiri punya tante, om, dan nenek yang beragama muslim. Dari situ aku belajar banyak hal selama hidupku. Tentang menghargai dan menghormati perbedaan, serta menjunjung tinggi persatuan.
Cita rasa Indonesia sungguh terasa dalam keluargaku. Dan aku senang karena itu.
Semoga kebaikan selalu menyertai keluarga kita semua, amin.
Kembali ngomongin masalah lebaran nih. Tahun ini sahabat bloger pada mudik ke kampung halaman atau enggak? Mudik ataupun tidak itu sama saja. Yang penting gimana cara dan sikap kita memaknai arti ramadan itu sendiri. Bayangin, gak semua orang bisa kaya si A, yang bisa mudik tiap tahun. Lain halnya dengan si B, yang tidak selalu bisa balik kampung, karena berbagai alasan, khususnya karena dompet lapar. Si C lain cerita, mudiknya kemana-mana, kadang ke Bandung, Surabaya, Semarang, atau Medan. Bahkan, transportasinya bisa darat, air, atau laut.
Si C selalu setia dalam perjalanan. Prinsipnya cuman satu, "enggak pulang demi pulangnya orang lain."
Kembali lagi kita diajarkan buat lebih banyak bersyukur dan jangan mengeluh. Apalagi di momentum ramadan dan lebaran.
Kalo sahabat bloger baca dan pahami benar-benar, pasti bakalan paham.
Sekian blog edisi lebaran 5 Juni 2019 ini ya...
Tuhan memberkati
Day 49 ( IBU ANI SELALU DI HATI )
Salam Nusantara!... Indonesia kembali berduka, seperti yang kita ketahui bersama, bangsa ini kembali kehilangan putri terbaik bumi pertiwi. Ibu Kristiani Herrawati atau yang lebih akrab kita panggil dengan nama ibu Ani. Istri dari bapak presiden kita yang keenam, bapak Susilo Bambang Yudhoyono ini berpulang pada hari Sabtu, tanggal 1 Juni 2019 kemarin. Peristiwa tersebut jadi momentum hari berkabung nasional 2019.Peristiwa besar yang akan selalu kita kenang. Apalagi hari wafatnya ibu Ani ini bertepatan dengan peringatan hari lahirnya pancasila dan juga moment bulan suci ramadhan dan mendekati hari raya. Hmmm.... Kita hanya bisa mendoakan yang terbaik buat almarhumah ibu Ani. Semoga tenang di sisi-Nya. Amin.
Kiranya kebaikan, dan usaha, serta perjuangan ibu untuk mengabdi pada negeri ini menjadi teladan dan contoh buat kita semua ya.
Dari berita-berita yang kita dengar dan juga liputan di tiap stasiun televisi, ada beberapa hal menarik yang aku dapat dan ketahui dari sosok ibu Ani, antara lain :
1. Ibu Ani adalah sosok yang rendah hati dan mengayomi, walaupun ibu sudah tidak menjadi Ibu Negara Indonesia.
Hal itu bisa dilihat dari akun instagram pribadi ibu Ani @aniyudhoyono. Di akun tersebut banyak sekali foto-foto pribadi keluarga milik ibu dan foto-foto hasil jepretan tangan manis almarhumah. Dan yang bikin aku tersentuh banget, fakta bahwa di tiap postingan foto ibu, jika ada komentar dari netizen, tanpa pandang bulu beliau selalu menjawab komentar-komentar tersebut, baik yang berupa komentar positif atau bahkan komentar negatif. Caption untuk tiap foto juga sangat sederhana, namun sungguh menarik dan menyentuh. Sahabat bloger bisa cek sendiri di akun instagram milik almarhumah. Hampir semua komentar netizen, beliau respon dengan bahasa yang baik serta menyejukkan hati. Bahkan untuk komentar negatif sekalipun. Walaupun ibu Ani tidak lagi menjadi ibu negara mendampingi pak SBY yang telah merampungkan tugasnya selama 10 tahun memimpin negara tercinta ini, beliau tetap tekun menjalani hobinya dan rutin mengupload nya di akun media sosial pribadi milik nya.
2. Ibu Ani Yudhoyono merupakan sosok perempuan pembelajar dan cerdas, serta tekun dalam setiap hal baru yang digelutinya.
Jika sahabat bloger semua menonton pemberitaan di televisi kemarin, salah satu stasiun tv sempat melakukan bincang-bincang hangat dengan seorang penulis buku biografi terkenal, Albertien Endah. Pada perbincangan tersebut, aku dapat beberapa hal menarik dari pengalaman kak Albertien Endah Selama proses menulis buku "10 tahun perjalanan ibu Ani, sebagai ibu negara" dan buku "kepak sayap putri prajurit." Dari situ aku mengetahui kalo ibu Ani ini orangnya sangat ulet dan teliti bahkan dalam hal-hal kecil, yang mana dalam pandangan orang lain, hal itu disepelekan bahkan tidak dihiraukan. Namun, dalam pandangan ibu, hal itu sangat menarik dan penting untuk dipelajari dan diberikan perhatian lebih.
Itulah yang membuat ibu Ani memiliki keistimewaan di mata Indonesia bahkan dunia.
Kak Albertien Endah mengaku sangat senang dan takjub dengan sosok ibu Ani, karena beliau selalu mau menceritakan hal-hal baru yang belum pernah ia ketahui sebelumnya.
Kalo teman-teman nonton, pasti beneran paham dan bisa meresapi kisah dari ibu Ani yang diceritakan oleh penulis buku biografi beliau, yaitu kak Albertien Endah.
3. Sosok Ibu Ani di mata keluarga, khususnya di mata para menantunya.
Annisa Pohan atau Annisa Yudhoyono dan Aliya Rajassa merupakan 2 orang menantu kesayangan ibu Ani. Selain karena mereka adalah istri dan pendamping hidup dari kedua putra bu Ani, Agus Harimurti Yudhoyono dan Edie Baskoro Yudhoyono atau mas Ibas, mereka juga memiliki kedekatan tersendiri dengan ibu Ani. Seperti yang sudah Annisa Yudhoyono katakan, ibu Ani sudah seperti ibu kandung sendiri, jadi hubungan keluarga tidak lagi sekadar antara mertua dan menantu, namun sudah seperti ibu dan anak. Aliya Rajassa pun mengaku demikian. Kita pun bisa melihat ibu Ani ini sebagai sosok ibu yang penyayang.
4. Ibu Ani merupakan sosok perempuan yang setia pada pasangannya, bahkan sampai akhir hayatnya.
Kisah cinta yang romantis antara ibu Ani dan pak SBY adalah kisah cinta yang patut diteladani dan menjadi inspirasi buat kita semua. Mengapa tidak, hampir di setiap waktu dan kesempatan, ibu Ani dan bapak SBY tidak pernah terpisahkan. Apalagi selama 10 tahun masa jabatan pak SBY. Ibu Ani senantiasa setia mendampingi bapak dalam perjalanan memimpin bangsa ini.
Jika sahabat bloger ingin tahu cerita lengkap sejarah percintaan ibu Ani dan pak SBY, dapat ditonton pada acara 'Rosi' di Kompas Tv. Seru banget pokoknya.
5. Ibu Ani memiliki hobi membaca, berkebun, dan fotografi.
Seperti yang sudah kita ketahui dari televisi, bahwa ibu Ani sangat gemar dengan dunia fotografi dan kegiatan berkebun. Sampai-sampai ibu hafal setiap nama-nama tanaman yang ia tanam di halaman rumahnya beserta nama latin dan manfaatnya. Wah, keren ya..., disamping itu juga, ibu Ani gemar sekali membaca. Sampai-sampai kisah hidup ibu Ani dibukukan lho, dan juga temen-temen bloger bisa lihat di sorotan akun instagram almarhumah, beliau juga memiliki buku tentang "cara berpakaian batik ala Ani Yudhoyono". Patut dicontoh ni ketekunan dan keuletan beliau.
Namun sejatinya, hobi utama ibu Ani terletak pada bidang fotografi. Bisa kita lihat sendiri di akun instagram almarhumah. Dari foto bunga, rusa, ikan, pemandangan, sampai foto candid keluarga semuanya ada. Sungguh panutan dan tauladan buat kita ya.
Itulah beberapa hal menarik yang dapat kita jadikan teladan dan input buat diri kita masing-masing dari kisah hidup seorang Ani Yudhoyono. Semoga bermanfaat dan menjadi berkat. Amin.
#sumber gambar : pinterest dan google
Day 48 ( Warta Berita__Kecelakaan Lagi )#segeraditolong
Pernah dengar gak? Ada suatu pernyataan yang mengatakan bahwa "Sejarah itu selalu cenderung untuk berulang/terulang." Ya itu memang benar. Dan aku sendiri sudah melihat serta mengalami pembuktiannya.
Kembali terjadi kecelakaan di jalan sebelum SP 4 dekat dengan tukang pande besi di Kecamatan Pangkalan Lada.
Hal tersebut terjadi pada hari Kamis, 30 Mei 2019, tepatnya empat hari kemarin. Sekitar pukul 18.15 selepas maghrib. Saat aku dan ibuku sedang dalam perjalanan pulang ke rumah menuju Pangkalan Bun dari rumah neneku di simpang runtu, Pangkalan Lada. Seorang pengendara motor yang adalah seorang bapak-bapak sedang dalam perjalanan dari desa runtu menuju Pangkalan Bun, untuk menjenguk anak perempuannya yang pada malam hari itu akan melahirkan di klinik hastarini.
Bapak tersebut melaju kencang dengan kecepatan cukup tinggi bersama kendaran bermotornya. Akibat kurangnya pencahayaan di sekitar daerah tersebut, ditambah lagi jalanan yang rusak dengan lubang besar dan dalam, serta bapak yang mengendarai motornya dengan kecepatan yang cukup tinggi tersebut tidak sempat mengerem motornya lagi sehingga kecelakaan tidak terelakan lagi.
Bapak tersebut terpental beberapa meter dari lubang.
Saat kami sampai di lokasi kejadian, kondisi jalan sudah ramai oleh orang-orang yang tinggal di sekitar tempat kejadian. Ibuku sangat cemas karena mengira orang yang kecelakaan itu adalah adik kandungku. Kebetulan adik ku sudah berada di depan mendahului kami saat berangkat. Dan ditambah lagi, adik ku ini jika mengendarai motor kadang dengan kecepatan yang tinggi.
Nyatanya, Puji Tuhan, bukan adik ku yang mengalami kejadian itu. Awalnya kami mengira bapak-bapak ini hanya seorang diri saja. Namun, ternyata bapak ini berboncengan dengan seorang pria. Sampai sekarang, kami belum mengetahui secara pasti, apakah bapak dan pria ini memiliki hubungan darah atau ada hubungan lain.
Bapak yang sudah cukup tua itu sempat sadar sebelum akhirnya pingsan. Dan pria yang berboncengan dengan bapak tersebut masih sadar namun tangan kanannya berdarah. Beruntung, saat kejadian, ada mobil avanza yang parkir tepat di dekat lokasi kejadian. Dengan sesegera mungkin, pemilik mobil itu membawa bapak dan pria tersebut menuju Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Hal tersebut atas dasar kekhawatiran jika terjadi luka dalam atau luka yang lebih serius pada korban.
Gambar diatas merupakan gambar persis lokasi kejadian yang sempat aku abadikan, namun sayang karena kurangnya penerangan, jadi gambar lubang besar di jalan yang menjadi penyebab kecelakaan tersebut tidak terlihat jelas.
Kecelakaan tersebut dapat kita pahami bersama sebagai kecelakaan individu tanpa melibatkan orang lain.
Semoga korban cepat pulih dan sembuh dari luka-lukanya, amin.
#wartaberita
#belajarjadiwartawan



















































