Menyanyi This is Me! (Keala Settle) ~ Bersama artis TikTok
Menurut pemahamanku, mungkin si penulis lagu ini ingin memberikan pesan bahwa, walaupun orang-orang yang ada di lingkungan sekitarmu tidak mendukungmu bahkan sampai merendahkanmu, kamu harus tetap kuat dan mengeluarkan energi terbesarmu untuk mematahkan pendapat negatif mereka dan bangkit serta berdiri kokoh layaknya mercusuar yang tinggi.
Silakan menikmati lagunya, Tuhan memberkati🙏💪
Hari Paskah di tahun 2021
Hari ini, Minggu 04 April 2021 umat nasrani di seluruh dunia memperingati hari paskah , hari kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Sudah bisa ditebak sesuai dengan judulnya kali ini , 'hari paskah', aku akan menceritakan pengalaman mengesankan dalam peryaan paskah tahun ini. Walaupun masih diselimuti rasa was-was dengan adanya virus covid-19, namun tidak dapat mengurangi rasa sukacita dan syukur kami untuk menyambut hari raya paskah ini.
Kebetulan hari ini ibu mengajakku untuk pergi ke gereja GPdI Kadipi Atas, tempat dimana kami biasa melaksanakan ibadah hari minggu. Namun, karena sudah tidak ada motor lagi di rumah, kami pun harus tetap mencari cara agar dapat melakukan ibadah langsung dan bukan ibadah virtual. Cara satu-satunya adalah mencari gereja terdekat dari rumah untuk menjadi tempat beribadah. Beberapa minggu belakangan ini, kami jarang bahkan hampir tidak pernah lagi beribadah di gereja GPdI Kadipi Atas. Namun entah kenapa? Pada pagi hari tadi, ibu ,mengajakku untuk pergi beribadah ke sana.
Dengan menggunakan sepeda motor milik tanteku, akhirnya kami bisa sampai juga ke sana. Pukul 07.15 WIB kami memulai perjalanan, di tengah perjalanan juga, kami sempatkan waktu untuk mengisi bahan bakar motor yang ternyata sudah habis kering. Cukup dengan pertalite 2o ribu rupiah, bisa menghantarkan kami ke tempat ibadah dan memulangkan kami sampai dengan selamat ke rumah. Pukul 08.25 kami tiba dan menyempatkan diri untuk mampir ke rumah oma terlebih dahulu. Ketika jarum jam menunjukkan pukul 08.50 WIB, kami pun akhirnya bersiap-siap kembali menuju gereja yang sudah kami lewati sebelumnya.
Pukul 09.00 WIB tepat kami memulai ibadah paskah. Dengan tetap dijaga ketat oleh aparat kemananan yaitu bapak TNI dan Polri serta memperhatikan protokol kesehatan yang ketat akhirnya kami dapat melaksanakan ibadah hari minggu paskah dengan baik, lancar, dan tanpa kekurangan suatu apapun. Firman Tuhan yang aku dengar juga sangat sesuai dengan situasi dan keadaan saat ini. Intinya, "Jangan pernah menyerah dan tetap semangat terus dalam menggiring Tuhan". Di akhir ibadah, kami mendapatkan masing-masing satu orang satu, telur paskah cantik yang sudah dikemas dalam plastik.
Ibadah selesai, kami pun istirahat sejenak di rumah oma, kemudian tepat pukul 13.30 WIB, kami kembali ke rumah di Pangkalan Bun. Untungnya, walaupun cuaca panas seharian ini, hujan belum juga turun membasahi bumi. Berikut aku tunjukkan beberapa foto setelah selesai ibadah , Selamat hari Paskah, Tuhan memberkati...
Surprise Ulang Tahun Bu Prima
Selamat siang semua, di hari Sabtu yang sangat panas dan terik kali ini, aku akan cerita tentang keseruan perkuliahan beberapa waktu yang lalu, dimana bertepatan juga dengan hari ulang tahun salah satu dosen ku yang juga adalah dosen waliku pada program studi pendidikan fisika di Fakultas Sains dan Matematika Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.
Kejadian menarik terjadi ketika aku tidak kuasa menahan tawa melihat wajah kawan-kawanku yang lain, terutama wajah Elsa, kawanku yang berasal dari Jepara, Jawa Tengah. Hidung ku yang spontan kembang-kempis dan senyuman lebar yang tersimpuh, dilihat bu Prima sebagai sebuah lelucon yang menjadikan suasana perkuliahan mendadak berubah menjadi suasana mencekam. Seketika itu juga bu Prima marah dan sedikit kecewa dengan kami karena merasa dipermainkan dan tidak memperhatikan penjelasan beliau dengan serius
Mau tidak mau kami pun akhirnya mengeluarkan kartu kami yang sebenarnya. Melalui Elsa, rahasia kami pun terbongkar, bahwa sebenarnya kami semua sudah memperisiapkan kejutan untuk Bu Prima di hari ulang tahunnya yang pada saat itu juga bertepatan dengan jadwal mengajarnya.
Mendengar pengakuan dari kami, bu Prima pun langsung merasa terharu dan sedih. Beliau tidak menyangka bahwa kami telah mempersiapkan kejutan untuknya di hari spesial kelahirannya. Sebenarnya masih ada 30 menit sebelum perkuliahan selesai, namun karena ibu sudah tidak konsen, akhirnya kami diberikan bonus selesai lebih cepat setengah jam dari waktu biasanya.
Itulah cerita menarik yang dapat aku bagikan beberapa waktu yang lalu. Sebenarnya ada foto yang sempat diabadikan ibu waktu kami memberi kejutan untuknya, namun aku lupa meletakan file foto itu dimana?😆
Mungkin di lain waktu bisa aku cari dan aku upload di blog edisi kali ini. Terima kasih untuk teman-teman yang sudah mau mampir. Tuhan memberkati...🙏
Kilas balik perkuliahan Semester 1 bersama Pak Kris
PKM 2021.
Skenario Tuhan Begitu Hebat
![]() |
| Pertemuan terakhir kami di tahun 2020 |
'Skenario Tuhan yang Begitu Hebat' menurutku sangat tepat untuk menggambarkan cerita di blog kali ini. Banyak sekali jaringan dan pertemanan baru yang aku peroleh sampai detik ini. Terlebih manfaat yang aku dapat dari setiap jaringan baru yang aku masuki. Salah satunya 'Go Club'. Aku mengenal kegiatan ini saat di kelas 2 Sekolah Menengah Atas. Ketika itu aku harus menggantikan posisi ketua D'nava atau The nature Conservation, yaitu salah satu ekstrakurikuler yang ada di sekolahku. Dimana pada saat itu, dia yang juga adalah teman sekelasku berhalangan hadir. Aku ingat sekali waktu itu kegiatannya berlangsung di Yayasan Orang Utan Indonesia atau yang biasa dikenal sebagai Yayorin.
Dari situlah ceritaku dimulai. Lewat perbincangan kami para delegasi dari tiap-tiap SMA dan SMK bersama dengan salah seorang pengurus Yayorin yang juga sekarang menjadi sahabatku, bisa dibilang begitu...😀Kak Aliah, aku jadi punya banyak pencerahan dan pemahaman yang selama ini gak aku dapat di sekolah ataupun pendidikan formal selama ini.
Di akhir perbincangan, sebelum pulang, kak Al meminta kesediaan kami untuk mengisi daftar hadir dan juga nomor telepon. 'Kak Al' begitu sapaanku kepadanya, menawarkan kepada kami bila berminat, bisa datang ke rumahnya di Jalan Pasanah, Gang Banteng. Tentu saat itu aku sangat antusias dan bersemangat, karena aku yakin apa yang disampaikan kak Al itu sangat-sangat bermanfaat dan membangun.
Akhirnya pada hari Sabtu, Malam Minggu, aku memberanikan diri untuk berkunjung ke rumah kak Al. Banyak sekali hal yang membuatku terkejut. Pertama, aku baru mengetahui bahwa Kak Al adalah kakak kandung dari adik kelasku di SMP dan SMA. Kedua, Kak Al dan Fahbel temanku sudah sejak lama saling kenal. Ketiga, aku mengenal lebih dekat Guntur, anak Madrasah Aliyah Negeri di kotaku PangkalanBun yang sempat aku kenal beberapa waktu sebelumnya di rumah sahabatku megie. Keempat, aku mengenal dan lebih tahu soal Lala, yang ternyata adalah anak dari om langganan tempatku jika mencetak tugas ataupun memfotokopi kertas. Dan yang kelima, atau yang terakhir, aku tahu, rumah kak Al bukan seperti apa yang ia katakan 'Gubuk sederhana kami di gang banteng' , tapi menurutku itu lebih dari sekadar rumah. Itulah rumah yang sebenarnya. Jelas sangat nyaman, luas, asri, dan sejuk. Banyak pepohonan, tanaman, bunga, dan pot-pot menarik yang mengelilingi kediaman kak Al.
Sampai hari ini, setelah berbagai hal yang aku lewati, aku masih bisa menyerap banyak ilmu dan pengetahuan dari kak Al yang aku tau itu adalah ilmu yang luar biasa mahal. Terima kasih kak Al sudah mau berbagi dan mengajarkanku banyak hal di dunia ini yang belum aku mengerti. ✋💥
Salam untuk siapapun yang membacanya.
Nyanyi lagu Mbk Perri
Reuni di Saung Bu Rudy
Kuliah Statistika Ciptakan Tawa.
Serba-serbi perkuliahan hari ini akan bercerita soal pengalaman menarik kemarin saat aku mengikuti kuliah statistika dasar dengan Dosen Pengampu Pak Leopoldus Ricky Sasongko, M.Si. Beliau bisa dibilang adalah dosen yang lucu dan menyenangkan. Mengapa? karena setiap kali mengajar, beliau tak jarang memberi selingan humoris atau yang dalam istilah 'Jawa' disebut 'guyonan' kecil.
Menurutku, beliau adalah dosen terlucu kedua setelah Pak Kris. oiya, untuk cerita tentang pak Kris bisa aku bagikan di lain waktu ya.
Beberapa ujaran atau ungkapan lucu yang pernah Pak Ricky katakan cukup membuatku tersenyum bahkan hingga tertawa sendiri di depan layar laptop. Nah, pada perkuliahan hari Kamis, 18 Februari 2021 kemarin, ada satu hal lucu lagi yang tidak bisa aku tolerir. Sebenarnya biasa saja sih, mungkin bagi sebagian teman-teman, tidak ada hal yang menarik dari apa yang akan aku ceritakan, tapi percayalah, secara pribadi aku tidak bisa menahan tawa sendiri.
Pukul 09.00 lewat 15 menit kami memulai kelas. Setelah mengisi presensi di 'siasat' atau Sistem Informasi Akademik Satya Wacana dan juga 'FLearn' atau Fleksibel Learning akupun mulai mengikuti dan mendengar penjelasan demi penjelasan yang beliau paparkan. Namun, tiba-tiba pada pukul 10.00 kurang 5 menit, suara pak Ricky menghilang. Awalnya aku kira masalah kestabilan jaringan. Namun, ternyata beberapa saat kemudian muncul pemberitahuan di grup Whatsaap kami, yang tak lain dan tak bukan adalah pemberitahuan dari pak Ricky sendiri.
Semangat Kerja lewat Daun Musa paradisiaca!
Serba-serbi Perkuliahan
Selamat Hari Minggu dan Selamat Hari Kasih Sayang. Tuhan memberkati. Senang dan bersyukur banget, karena hari ini masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk hidup, belajar, dan berkarya. Kadang masih tidak menyangka, kebaikan dan berkat Tuhan yang ada buat kehidupan ku sampai pada hari ini. Aku bisa ada sampai saat ini semua murni karena pertolongan Tuhan.
Tidak terasa, sudah jalan di semester 2, perkuliahan ku. Waktu yang terasa sangat cepat dan seolah-olah terjadi begitu saja. Kalau boleh cerita soal perjuangan dan keajaiban yang terjadi dan berjalan selama ini, aku rasa tidak akan ada habisnya. Bagaimana seorang anak yang berasal dari keluarga yang kurang mampu, dengan berbagai keterbatasan yang ada, berusaha mencari secercah cahaya kecil untuk masa depannya. Seorang anak yang tidak mau menyerah begitu saja pada keadaan hidupnya. Seorang anak yang percaya dan selalu memeluk erat mimpi-mimpinya. Seorang anak yang hanya punya keyakinan dan pengharapan pada Penciptanya.
Ya, itulah aku. Aku berterima kasih kepada Tuhan, walau dengan segala tantangan dan hambatan yang ada di depan, aku masih bisa bertahan sampai sejauh ini.
Kuliah yang awalnya hanya sekadar kata-kata dalam untaian doa dan angin mimpi, pada akhirnya bisa terwujud lewat pertolongan Tuhan dari tangan-tangan baik orang yang murah hati. Dari kebimbangan yang ada, Tuhan permudah dengan pilihan-Nya. Mungkin aku pikir awalnya tidak sesuai dengan pilihan hatiku, tapi aku tahu, inilah Pilihan-Nya.
Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga atau yang dikenal sebagai UKSW, ternyata jadi tempat pilihan Tuhan untuk diriku menimba ilmu. Dari sekian banyak pilihan yang ada di depan, ternyata Tuhan sudah sediakan. Satu tempat terbaik, yang akhirnya aku sadar, bahwa Tuhan melihat lebih jauh ke depan, daripada kita yang sekadar melihat.
'Pendidikan Fisika' jadi jurusan terbaik yang bisa ku ambil. Dari situ lah, aku bisa merasakan bangku kuliah tanpa beban biaya sedikitpun. Aku sadar, bukan jurusan yang menentukan kesuksesan, tapi bagaimana kita menyerap dan mengelola ilmu yang diberikan, untuk meningkatkan kapasitas diri kita.
Setelah jalan efektif 6 bulan masa perkuliahan ini, aku banyak belajar soal manajemen, disiplin waktu, dan tanggung jawab. Semester 1 kemarin jadi masa pengenalan dan penyesuaian buat ku. Aku berterima kasih kepada Tuhan Yesus yang sudah memberikan Bu Marmi Sudarmi dan Om David Pakili menjadi orang tua keduaku. Berkat Tuhan melalui merekalah yang membuatku bisa mengecap rasanya bangku kuliah.
Indeks Prestasi di semester awal puji Tuhan, pas 3,00. Aku berharap, di semester kedua ini, indeks prestasi ku bisa meningkat. Tuhan memberkati kawan bloger semua. Peace.
Can't Help Falling In Love...
Mengesampingkan Ego Demi Selembar Rupiah
Mungkin banyak dari kalian yang tidak tahu, bagaimana beratnya godaan yang muncul saat kita bekerja sebagai tukang ojek. Dalam hal ini, soal makanan dan minuman yang kita beli untuk pelanggan. Tidak jarang, rasa ingin tahu dan mencoba-coba itu muncul dalam pikiran kita. "Bagaimana ya kalau aku beli kue itu juga" Misalnya...
Secara pribadi, aku tidak terlalu menyukai jajanan yang aneh-aneh. Maklum, lidahku kampung. Tapi, kadang tampilan minuman dan makanan yang kita bawa membuat hati kita tergoda. Ditambah lagi rasa penasaran yang timbul, karena kita belum pernah mencoba bahkan mengenal makanan atau minuman itu sebelumnya. Ya namanya juga pekerjaan kan, banyak godaan dan tantangan yang muncul dari beragam asal.
Kadang kita sudah berkomitmen untuk tidak menghabiskan uang pendapatan, namun fakta di lapangan b berkata lain. Egoisitas kita memang perlu dikendalikan. Bagaimanapun caranya... , Tetap semangat buat aku dan diriku. Jangan pernah menyerah, teruslah bekerja dan berkarya. Sekian, teman-teman yang bisa aku bagikan , semoga bermanfaat. God Bless...
Pentingnya Punya Keluarga yang Ahli di salah satu bidang Kesehatan.
Angpao di tahun 2021
Foto Angpao yang aku jepret di jalan tadi siang.
Duet Lagu Beyonce
Duet Bareng Raisa
Halo kawan bloger. Gimana kabarnya hari ini, semoga tetap sehat dan selalu semangat ya. Di blog kali ini, aku mau sedikit menunjukkan penampilan duet perdana ku bareng salah satu penyanyi Indonesia yang luar biasa. Siapa lagi kalau bukan Raisa. Senang banget rasanya, yah walaupun hanya sekadar duet lewat aplikasi tiktok, tapi semoga di lain kesempatan, aku bisa duet beneran di panggung bareng mbak raisa. Lagu yang aku coba nyanyikan adalah recycle dari salah satu diva kebanggaan Indonesia Titi DJ. Dengan dinyanyikannya lagu 'Bahasa Kalbu' versi Raisa ini, membuat penikmat musik di Indonesia semakin tergugah untuk bernostalgia kembali pada era di awal kemunculan lagu ini.
Sedikit mengikuti trend sebenarnya, tapi ya gak apa-apa lah, selagi dalam hal positif, gak ada salahnya kan. Semoga apa yang kawan-kawan dengar dan saksikan bisa sedikit menyejukkan telinga ya.
Cerita Seru Seru Tentang Ojek Online
New Year, New Me!
















































